BREAKINGNEWS.CO.ID - Satuan Tugas Antimafia Bola menetapkan lima tersangka baru dalam kasus pengaturan skor laporan yang diberikan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Dengan demikian, seluruh tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus ini berjumlah 11 orang.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Media Satgas Anti-Mafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (14/1/2019) di Polda Metro Jaya. "Dari laporan ibu Laksmi penyidik sudah menetapkan tambahan 5 tersangka, nama-namanya belum bisa kami sampaikan ya," kata Argo kepada wartawan, Senin malam.

Dalam kasus ini sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal dan wait Nurul Safarid dan VW.

Argo juga menyebut terhadap perkara dengan tersangka Vigit Waluyo, malam ini juga penyidik sudah melakukan gelar perkara. "Mekanisme gelar sudah menaikan VW menjadi tersangka PSMP Mojokerto Putra," ujar Argo.

Terkait penetapan lima tersangka baru dalam kasus ini Argo mengatakan kelimanya berperan sebagai perangkat pertandingan.

Bendahara PSSI

Sementara itu, setelah diperiksa dari jam 12 siang, Berlinton akhirnya terlihat keluar sekitar pukul 21.15 Wib dari ruang pemeriksaan Ditkrimum Polda Metro Jaya. Berlinton didampingi oleh kuasa hukumnya dengan status masih sebagai saksi. 

Bendahara PSSI Berlinton Siahaan diperiksa sebanyak 27 pertanyaan. Mengapa pemeriksaannya begitu lama disampaikan Argo karena penyidik memberikan seluruh hak-haknya yang dimilikinya. "Pemeriksa hingga sekarang (malam ini) karena seluruh hak-haknya sebagai saksi seperti untuk sembahyang, hak untuk makan, kita berikan semuanya," kata Argo.

Sebelumnya, Berlinton dijadwalkan menjalani pemeriksaan, Selasa (8/1/2019) namun diundur karena ada agenda di Australia. Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono memastikan kalau pria yang juga menjabat Direktur PT Liga Indonesia Baru itu saat ini tengah menjalani pemeriksaan. 

"Hari ini (Bendahara PSSI) tadi jam 11.30 WIB datang ke Polda Metro Jaya menjalani pemeriksaan didampingi penasihat hukum dari Biro Hukum PSSI," kata Argo.

Argo menjelaskan, pemanggilan Berlinton sebagai tindak lanjut dari laporan yang diberikan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Dalam pemeriksaan tersebut, Berlinton diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi.

“Tentunya saat ini sedang dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satgas Anti-Mafia Bola. Nanti kita tunggu sampai kapan jamnya kita belum tahu informasinya,” kata Argo.

Dalam kasus ini para tersangka dijerat dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.