BREAKINGNEWS.CO.ID - Chelsea tak berdaya saat bertandang ke markas Manchester City. The Blues hancur lebur setelah setengah lusin gol bersarang ke gawang Kepa Arrizabalaga di Etihad Stadium, Minggu (10/2/2019) malam. Pada laga ini, Aguero mencetak tiga gol alias hat-trick pada menit ke-13, 19', dan 56'.

Tiga gol Man City lainnya tercipta melalui brace Raheem Sterling (4', 80') dan Ilkay Guendogan (25'). Hasil ini membuat Man City kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 65 poin. Man City yang sudah bermain satu kali lebih banyak unggul selisih gol atas Liverpool di urutan kedua.

Sementara itu, hasil ini adalah kekalahan terbesar Chelsea dalam sejarah Premier League. Chelsea kini tertahan di peringkat kelima dengan koleksi 50 poin. Selepas pertandingan, manajer Chelsea, Maurizio Sarri tak habis pikir dengan kekalahan yang didetita Eden Hazard dan kawan-kawan. Padahal dia sebelumnya punya feeling bagus.

"Saat ini saya tidak mampu menjelaskannya. Saat ini saya tidak tahu, mungkin kemasukan gol setelah tiga menit menghadapi lawan selevel ini membuat kami sulit untuk terus bermain, tidak seharusnya memberi mereka ruang, jadi kami kesulitan," ucap Sarri.

"Saat ini saya tidak bisa memahami, karena sepanjang pekan ini feeling saya sangat bagus. Pada saat ini kami punya masalah besar di laga away. Saya tidak tahu kenapa," lanjut Sarri merujuk pada tiga kekalahan dalam enam laga tandang terakhir Chelsea.

Terancam Dipecat

Pembantaian oleh Manchester City merupakan hasil terburuk Chelsea sejak kalah 7-0 dari Nottingham Forest pada April 1991. Kekalahan 6-0 tersebut hanya berselang kurang dari dua minggu setelah kekalahan mengejutkan 4-0 di kandang Bournemouth. Sarri menyadari, kekalahan tersebut membuatnya terancam dipecat sebagai pelatih The Blues.

"Saya tidak tahu, Anda harus bertanya kepada klub, saya khawatir dengan tim saya, saya khawatir dengan kinerja tetapi pekerjaan saya selalu berisiko sehingga saya tidak khawatir tentang klub, anda harus bertanya Manajemen klub." ujar Sarri.