Austin - Seluruh pebalap MotoGP mengadakan pertemuan sebelum seri Amerika Serikat di Circuit of The Americas, Austin digelar akhir pekan ini. Hal ini tak lepas dari konflik yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez yang terus memanas.

Dihadiri Komisi Keselamatan MotoGP, pertemuan dihadiri 19 dari 24 pebalap. Adapun Pebalap yang absen dalam diskusi yang berlangsung selama 45 menit itu adalah Jorge Lorenzo, Scott Redding, Hafizh Syahrin, Franco Morbidelli, dan Tito Rabat.

Dilansir Tuttomotoriweb, CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta jadi pihak yang pertama kali bicara. Ia memperingatkan para pebalap bahwa FIM akan lebih ketat dalam penerapan regulasi dan sanksi. Tak semua pembalap setuju dengan gagasan tersebut.

Dua tokoh utama, Valentino Rossi dan Marc Marquez memilih untuk tidak berbicara. Di akhir pertemuan, Rossi baru memberikan komentarnya. "Apakah akan ada sanksi yang lebih berat? Bisa jadi." Lalu, Maverick Vinales juga memberikan respons. "Sulit, semua orang berpikir berbeda. Peraturan tak harus diubah, tapi harus diterapkan."

Pebalap Pramac Racing, Danilo Petrucci mencoba untuk memberikan rangkuman terkait hasil dari pertemuan tersebut. "FIM akan lebih keras soal sanksi. Ini adalah hal terpenting. Mereka juga meminta kami menggunakan akal sehat dalam penggunaan media sosial ketika kami memperlakukan perselisihan kami dalam balapan," kata Petrucci.

"Race Direction mengatakan akan menerima saran, pendapat, secara langsung hingga lewat email, bahkan mungkin mendapat soal fakta di masa lalu. Beberapa dari kami telah mengajukan proposal untuk memasukkan orang-orang yang lebih terlibat langsung dalam olahraga kami, mungkin mantan pebalap," Petrucci melanjutkan.

MotoGP Argentina 2018 di Termas de Rio Hondo memang dihiasi dengan sejumlah insiden. Yang paling mencolok adalah deretan aksi Marquez. Pembalap Repsol Honda itu dianggap sebagai pembuat masalah di Argentina.

Marquez dianggap berulang kali membahayakan keselamatan pebalap lain di seri kedua MotoGP 2018 itu. Seperti yang terjadi saat start di mana pebalap berusia 25 tahun itu mendorong motornya ke belakang. Lalu, ia juga sempat menciptakan kontak keras dengan Aleix Espargaro, sebelum terliabat senggolan dengan Rossi di lap ke-19 tepat di Tikungan ke-11.

Berkaca dari insiden tersebut, pendapat dari berbagai pihak untuk diciptakannya sebuah peraturan tegas pun bermunculan. Tujuannya adalah agar para pebalap yang tengah bersaing di lintasan sadar dengan batasannya. Dan ini juga demi menimbulkan efek jera bagi pebalap yang merugikan lawannya dengan sengaja.