BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengkhawatirkan kondisi apartement Kalibata City yang kerap dijadikan tempat prostitusi justru akan membawa dampak negatif yakni menurunnya nilai jual dari properti sendiri. Bahkan kemungkinan buruknya dalam waktu panjang apartement tersebut tidak akan bisa menjadi tempat perekonomian seperti saat ini.

“Kalau ada narkoba dan prostitusi nanti harga properti di situ akan turun dan kalau turun ekonomi akan turun dan tempat itu tidak akan bisa membuat satu ekonomi yang membuka lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Untuk menghindari adanya prostitusi dan peredaran narkoba, Politikus Gerindra itu secara terang-terangan meminta pemilik unit apartemen dan pengelola apartemen bekerjasama supaya tidak secara sembarangan menyewakan unit pada orang yang mencurigakan atau terindikasi kasus kriminal.

“Kita ingin sampaikan kepada pemilik apartemen hati-hati dalam menyewakan apartemen tempatnya dan pastikan bahwa tidak ada narkoba dan prostitusi di lingkungan tempat mereka berkegiatan,” pinta Sandiaga.

Selain melakukan penghimbauan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan kerjasama dengan Kepolisian untuk menindak kasus prostitusi dan narkoba agar tidak terulang kembali. Melihat kedua kasus tersebut secara berulang terjadi meskipun sudah dilakukan pengingatan terhadap seluruh pihak. “Kita tegas kalau kita kerjasama dengan kepolisian tindak tegas siapa yang ikut masuk ke peredaran narkoba dan prostitusi. Sanksinya kita akan tegakkan dengan tegas,” imbuh dia.

 

Seperti diketahui, prostitusi kembali ditemukan di apartemen Kalibata City, di mana kali ini kepolisian menangkap basah-basah prostitusi dengan korbannya adalah anak di bawah umur.

Dari pengungkapan ini polisi menangkap mucikari dan juga mengamankan dua wanita di bawah umur. Ketiga pelaku yang diringkus adalah SBR, TM dan RMV. Dari tangan mereka, disita uang sebesar Rp1 juta yang diduga hasil transaksi dari PSK G dan KH. Rata-rata, untuk sekali main dikenakan tarif berkisar Rp500 ribu hingga Rp 1juta. Bila ada tamu yang berminat, antara mucikari dengan client lantas bertemu di salah satu tower di kompleks apartemen itu.