JAKARTA-Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menilai kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan di Grand Indonesia masih dalam kategori ramai meskipun dalam beberapa hari terakhir marak peristiwa ledakan bom di Surabaya-Jawa Timur.

“Di Grand Indonesia memang walaupun masih ramai, ada kekhawatiran masyarakat paling enggak yang mau datang,” ujar Sandiaga di SMKN 27 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Meskipun masyarakat masih ada yang khawatir untuk mengunjungi pusat perbelanjaan ataupun pusat keramaian, Sandiaga memastikan kondisi dan situasi di Jakarta sangat aman. Walaupun sempat terhempas isu adanya ledakan bom yang pada akhirnya dinyatakan hoax atau bohong. “Aman enggak sih? Nah ini yang kita sampaikan Jakarta aman terkendali tapi ini yang harus kita waspdai,” ujar Sandiaga.

Selain mengkhawatirkan kondisi Jakarta, mantan pengusaha itu juga khawatir dengan aktivitas perekonomian apabila masyarakat takut melakukan aktivitas sehari-hari terlebih pasca bom di Surabaya berimbas berita hoax pada Jakarta. “Kasian juga kalau misalnya nanti enggak ada yang beraktivitas, ekonomi turun akhirnya lapangan kerja terdampak jadi jangan sampai kita meyebarkan kepanikan berita-berita hoax yang akhirnya bisa berdampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran aksi terorisme diantaranya Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno. Malam harinya pukul 21.00 WIB bom bunuh diri kembali terjadi di rusunawa Wonocolo Sidoarjo hingga menyebabkan korban mencapai 17 orang pada Minggu (13/5/2018).

Tidak sampai di situ, akhir teroris terus terjadi pagi tadi Senin (14/5/2018) pukul 08.50 WIB, kali ini aksinya lebih berani lantaran terjadi tepat di pintu Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan-Surabaya dan parahnya aksi bom bunuh diri dilakukan bersama anaknya. (Puji)