BREAKINGNEWS.CO.ID - Tidak hanya menyasar pasar kelas menengah dan atas, Samsung, salah satu vendor ponsel terbesar asal Korea Selatan itu juga melirik pasar kelas bawah. Baru-baru ini, seperti dilansir dari BGR, Jumat (22/6/2018), Samsung akan meluncurkan ponsel baru dengan sistem operasi Android Go.

Android Go adalah versi sederhana dari sistem operasi Android yang ditujukan untuk perangkat kelas pemula. Oleh karena itu, pada perangkat baru tersebut nantinya tidak bakal ada segala macam perangkat lunak yang biasanya dipasangkan Samsung pada setiap perangkat mereka.

Vendor ponsel asal Negeri Ginseng ini diketahui telah mengajukan merek dagang terbaru untuk lini ponsel seri J-nya, pada lembaga paten di Korea Selatan (Korea Intellectual Property Rights Information Service/KIPRIS).

Dalam surat aplikasi yang diajukan pada bulan Mei kemarin tersebut, tercantum bahwa model yang akan segera diproduksi adalah seri Galaxy J2 Core atau SM-J260G dengan kode prosesor Universal7570_Go.

Jika melihat nama prosesornya, bisa jadi menggunakan Exynos 7570 atau versi modifikasinya. Untuk memorinya, model ini menggunakan kapasitas 1GB RAM.

Bulan lalu, Samsung telah mulai menguji ponsel tersebut di empat pasar di subbenua India; India, Nepal, Bangladesh, dan Sri Lanka. Dan menurut Sammobile (22/6/2018), yang akan menjadi pasar utama dari ponsel Samsung Android Go adalah kawasan Eropa, Amerika latin dan tentunya Asia.

Selain J260G, Samsung juga memiliki varian lainnya yang akan diuji di lusinan pasar baru di seluruh dunia. Sebut saja SM-J260F yang disebut-sebut telah diuji coba di Inggris, Uzbekistan, Jerman, Italia, Ukraina, Rusia, Kazakstan, Prancis, dan Polandia.

Model SM-J260M tengah diuji coba di Argentina, Bolivia, Cile, Kolombia, Trinidad dan Tobago, Peru, Panama, dan Paraguay. Sementara di kawasan Asia ada di Kamboja, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Dengan dirilis dalam skala besar seperti itu, Samsung tampaknya ingin melihat bagaimana reaksi pasar yang berbeda terhadap pengalaman Android pada perangkat yang murah.

Hanya waktu yang akan memberi tahu seberapa baik pasar akan mengadopsi perangkat tersebut dan apakah itu layak diinvestasikan dalam rangkaian Android Go di masa mendatang.

Soal harga, jika melihat dari spesifikasinya, besar kemungkinan perangkat ini bakal berada di rentang harga yang tak jauh dengan ponsel berbasis Android One. Selain itu diduga kuat juga bahwa perangkat Galaxy J2 Core ini bakal segera menggantikan seri J2 yang telah diproduksi sebelumnya.

Kendati demikian, masih ada kemungkinan perusahaan Korea tersebut membatalkan perilisan perangkat Android Go yang dimaksud. Namun, dengan banyaknya pasar yang telah diuji coba, kemungkinan pembatalan tersebut sangat kecil.

Edisi Go memang dirancang khusus untuk ponsel dengan berspesifikasi rendah. Ini adalah usaha Google untuk membuat sistem operasi terutama untuk perangkat-perangkat pemula.

Pada Google I/O 2017, Google menyatakan mereka ingin OS Android dipakai setidaknya oleh dua miliar pengguna. Untuk mewujudkan apa yang mereka sebut sebagai "The Next Billion Users" itu, Google menargetkan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk memasarkan ponsel Android Go berharga murah.

Seperti dijelaskan Sameer Samat, VP Product Management Android, Android Go adalah versi ringan dari Android Oreo yang dibuat untuk bisa beroperasi pada kawasan dengan jaringan internet terbatas, seperti di negara-negara berkembang.

"Android Go berjalan pada perangkat dengan spesifikasi entry-level, dan juga diperuntukkan bagi pengguna dengan keterbatasan jaringan dan kemampuan," kata Samat saat mengisi sesi keynote Google I/O 2017.

Ponsel yang menggunakan Android Go akan hadir dengan Google Play Store edisi ekonomis. Jadi, saat pertama kali membuka Play Store, mereka akan langsung disuguhkan deretan aplikasi irit data yang bisa langsung dipasangkan di ponsel.

Nokia pun sudah mengumumkan perangkat anyarnya yang berjalan dengan sistem operasi Android Go yakni Nokia 1. Kemudian beberapa vendor lain seperti ZTE dan Alcatel juga bakal merilis ponsel serupa.