BREAKINGNEWS.CO.ID - Staf Ahli Bidang Hukum Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Samsudin, tetap optimistis kontingen Indonesia akan mampu meraih peningkatan prestasi di SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Manila, Filipina.

Mengingat Kemenpora tetap konsisten untuk melanjutkan kebijakannya di mana setiap cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga di pesta olahraga negara-negara se-Asia Tenggara tersebut berisikan 60 persen atlet junior dan 40 persen atlet senior.

"Untuk di SEA Games 2019 tetap konsisten dengan kebijakan menteri yang lalu, 60 persen atlet junior dan 40 persen atlet senior. Jadi tetap saja mengikuti kebijakan menteri yang lalu dan tidak ada perubahan," kata Samsudin di ruang kerjanya di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

"Saya pribadi tetap optimistis walaupun kita menurunkan 60 persen atlet junior di SEA Games 2019. Saya yakin dengan kenaikan prestasi Indonesia. Potensi tersebut saat ini sudah mulai terlihat," tambahnya.

Menurut Samsudin peluang Indonesia untuk meraih peningkatan prestasi pada SEA Games 2019 terbuka lebar asalkan setiap induk cabang olahraga mempersiapkan para atletnya dengan serius dan sungguh-sungguh. Apalagi pemerintah juga sudah memberikan perhatian serta memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk pelatnas cabor. "Jadi harus serius berlatih," tandasnya.

Sambangi Pelatnas

Samsudin juga memastikan bahwa Plt Menpora Hanif Dhakiri akan meluangkan waktu untuk menengok pelatnas di beberapa cabor.

"Pada Selasa (24/9) lalu saya juga mengikuti rapat dengan Pak Hanif Dhakiri selaku Plt Menpora. Beliau menanyakan perkembangan pelatnas cabor. Walaupun hanya sebulan menjadi pelaksana tugas Menpora, namun Pak Menteri akan berupaya menengok pelatnas SEA Games. Dan karena waktunya sangat singkat tentu tidak mungkin menyambangi seluruh pelatnas cabor," tutur Samsudin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Pelatnas SEA Games 2019 bentukan Kemenpora.

"Yang jelas persiapan menghadapi SEA Games 2019 dan rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019 jangan sampai terkendala karena tidak adanya menteri. Oleh karena itu, keberadaan pelaksana tugas walaupun sangat singkat tetap kita butuhkan untuk mengkoordinasikan berbagai persoalan agar pelatnas tetap berjalan," imbuhnya.

"Pak Imam Nahrawi kemarin juga kan berpesan, apapun yang terjadi program harus terus berjalan. Tentunya kita juga berharap program-program pelatnas bisa terus berjalan,"

Mengingat begitu banyak tugas yang harus dikerjakan oleh Plt Menpora, peran para deputi dan asisten deputi dan seluruh pejabat yang membidangi masalah keolahragaan di Kemenpora juga sangat diharapkan untuk memantau pelaksanaan pelatnas cabor-cabor menghadapi SEA Games 2019.

"Kalau hanya mengandalkan menteri untuk menengok pelatnas kan tidak mungkin. Jadi kembali kepada para deputi kemudian asdep dan seluruh pejabat yang membidangi masalah keolahragaan harus turut serta bantu membantu untuk mengawasi efektivitas pelatnas yang dananya sudah digulirkan melalui dana PPON, sehingga ini bisa berjalan efektif," tukasnya.

"Yang terpenting pelatihannya harus berjalan efektif dan serius. Soalnya hasilnya seperti apa, itu bicara nanti. Tetapi bagaimana bicara proses itu sudah diseriusi sesuai dengan kontrak yang sudah diberikan oleh cabor kepada kementerian," tutupnya.