BREAKINGNEWS.CO. ID – Melemahnya sejumlah saham perbankan yang menjadi faktor utama turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (13/2/2019).

Indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada posisi 6.419,12 atau turun   7,21 poin atau 0,11 persen menjadi. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,64 poin atau 0,46 persen menjadi 1.004,18.

"Sektor perbankan menjadi pemicunya pelemahan IHSG karena penguatan rupiah yang semakin menipis menjelang akhir perdagangan sehingga tetap bertahan di atas level 14.000-an," kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Saham BCA turun 200 poin (0,73 persen) ke posisi 27.100, saham BRI turun 60 poin (1,56 persen) ke posisi 3.790, saham Bank Mandiri turun 175 poin (2,36 persen) ke 7.250, dan saham BNI turun 250 poin (2,81 persen) ke posisi 8.650.

Sebenarnya, sepanjang hari IHSG cenderung positif dimana hampir sepanjang hari berada di zona hijau seiring optimisme kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan China. Namun, jelang penutupan bursa saham, IHSG justru terkoreksi.

 Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham investor asing yang  ditunjukkan dengan aksi jual bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp1,38 triliun.

 Frekuensi perdagangan saham pada Rabu tercatat sebanyak 484.557 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,47 miliar lembar saham senilai Rp9,57 triliun. Sebanyak 218 saham naik, 208 saham menurun, dan 117 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara di bursa regional, indeks Nikkei menguat 280,27 poin (1,34 persen) ke 21.144,48, indeks Hang Seng menguat 326,26 poin (1,16 persen) ke 28.497,59, dan Straits Times menguat 43,62 poin (1,36 persen) ke posisi 3.244,77.

Sebaliknya, nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang utama dunia tetap berhasil melakuka penguatan, meski tak sebaik hari sebelumnya.

Saat mengakhiri perdagangan hari ini, rupiah bertahan di posis Rp 14.055  terhadap dolar AS., atau menguat 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Meski masih menguat, tetapi sejatinya apresiasi rupiah agak menipis. Jelang tengah hari, penguatan rupiah sempat mencapai kisaran 0,4%.