MEKAH-Sabtu (12/8) ini, Kementerian Agama mulai memberangkatkan jamaah calon haji Indonesia dari gelombang kedua ke Tanah Suc.  Berbeda dengan gelombang satu yang tiba di Bandara AMMA Madinah, jamaah calon haji dari  gelombang kedua akan mendarat di King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, Arab Saudi.

Dari Bandara Jeddah, jamaah diberangkatkan ke Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib (quddum). Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Kemenag, Sri Ilham Lubis mengatakan, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah mengeluarkan edaran yang berisi imbauan agar jamaah mandi umrahnya di embarkasi.

Edaran ini diterbitkan menyusul adanya larangan penumpukan jamaah dalam waktu lama dari otoritas bandara Jeddah. "Bagi jamaah yang akan berangkat diharapkan melakukan mandi umrah di embarkasi," ujar Sri Ilham Lubis di Mekah, Sabtu pagi dari Mekah, Arab Saudi.

"Tujuannya, ketika sampai di bandara Jeddah setelah pengecekan imigrasi dan bea cukai, jamaah dapat langsung niat umrah di bandara dan didorong ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah," imbuhnya.



Kalau perempuan, setelah mandi umrah di embarkasi bisa langsung menggunakan kain ihram. "Bagi laki-laki, bisa berganti ihram di bandara sehingga mempercepat proses keluarnya dari bandara," ucapnya.

Senada dengan Sri Ilham, Kepala Daker Bandara Arsyah Hidayat menggarisbawahi perlunya jamaah haji gelombang kedua mandi umrah sejak dari embarkasi di Tanah Air. Adapun berganti kain ihram dan niatnya, bagi laki-laki bisa dilakukan di bandara.

Ini penting untuk mempersingkat keberadaan jamaah di bandara. "Tidak bisa dibayangkan kalau setiap jamaah harus mandi dulu semua, antrean akan lebih panjang. Apalagi tahun ini kuota haji seluruh dunia kembali normal," tandasnya.

Daker Bandara sendiri pada Jumat (11/8) sudah memberangkatkan petugasnya untuk persiapan penyambutan kedatangan jamaah haji gelombang kedua di Jeddah. Daker bandara hanya memiliki 116 petugas yang bekerja dua shif selama 24 jam.