BREAKINGNEWS.CO.ID – Timnas Indonesia meraih hasil yang positif dalam dua laga uji coba internasional terakhir, hal tersebut mengindikasikan kalau Timnas sudah siap melaju tanpa kehadiran pelatih asal Spanyol, Luis Milla. Keinginan pelatih Luis Milla Aspas untuk kembali memperpanjang kontraknya bersama dengan PSSI guna menukangi timnas Indonesia masih belum juga tercapai.

PSSI sebelumnya memang sudah memutuskan melalui rapat Komite Eksekutif (Exco), 28 Agustus lalu, untuk memperpanjang kontrak pelatih asal Spanyol itu dengan durasi satu tahun ke depan. Akan tetapi kenyataannya, proses negosiasi dengan mantan pemain Barcelona serta Real Madrid tersebut masih mandek. Hingga tanggal yang ditetapkan, Milla maupun perwakilannya tidak kunjung hadir ke Indonesia.

Bahkan, Milla diketahui saat ini masih disibukkan dengan kembali mengikuti kursus lisensi kepelatihan di negaranya. PSSI melalui sekretaris jenderalnya, Ratu Tisha Destria, terakhir menyebutkan saat ini proses negosiasi hanya berlangsung jarak jauh dengan agen sang pelatih. Walau sebenarnya, timnas Indonesia sudah dikejar waktu persiapan yang semakin pendek untuk Piala AFF 2018. Apabila dilihat dari jadwal laga perdana, Indonesia akan menghadapi Singapura pada 9 November 2018 mendatang. Artinya, masa persiapan hanya kurang dari satu bulan lagi.

Dalam kondisi seperti ini, PSSI harus cepat untuk kembali memutuskan kalau mereka sudah tidak butuh lagi bernegosiasi dengan Milla. Apalagi apabila berkaca dari prestasi, tanpa bermaksud mengecilkan kualitas Milla, bisa dikatakan pelatih berusia 52 tahun itu tidak berhasil! Semua target yang diberikan meleset. Mulai dari tidak berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2018, medali emas SEA Games 2017 (hanya medali perunggu), hingga tidak berhasil melaju ke babak empat besar Asian Games 2018 (terhenti di babak 16 besar).

Memang ada yang mengatakan, Milla sudah memberikan fondasi yang baik untuk permainan tim Garuda. Ya, kita berterima kasih untuk itu. Tetapi apabila bicara nilai kontraknya yang kabarnya mencapai 2 miliar rupiah per bulan, rasa-rasanya sudah sepantasnya harus ada yang diwarisi Milla. Milla sendiri menjelang akhir kontraknya kelihatannya juga sudah mempersiapkan diri apabila nantinya tidak melanjutkan kerja sama dengan PSSI, dengan mewariskan ilmunya kepada pelatih Indonesia. Itu supaya apa yang sudah dibentuknya selama dua tahun terakhir tidak hilang begitu saja. Karena dalam sepakbola memang butuh proses untuk melahirkan prestasi, tidak hanya cukup satu atau dua tahun.

PSSI pun terlihat sudah mulai mengantisipasi apabila proses negosiasi dengan mantan pelatih Valencia tersebut tidak berhasil. Beberapa kandidat pelatih yang berkiprah di Indonesia baik lokal maupun asing sudah masuk daftar calon pengganti Milla. Untuk saat ini, calon yang paling terdepan yaitu Bima Sakti Tukiman, yang sebelumnya ditugaskan menjadi asisten pelatih Milla dan sudah disiapkan oleh eks pemain timnas Spanyol itu sebagai penggantinya (apabila tidak lagi memperpanjang kontrak). Bima tentunya banyak mendapatkan ilmu dari Milla dalam dua tahun terakhir. Secara lisensi, Bima pun segera menyelesaikan kursus kepelatihan A AFC.