JEDDAH- Keberadaan pita yang berwarna-warni di koper jamaah sempat membuat bingung petugas. Pasalnya, warna pita yang telah diseragamkan di setiap embarkasi pada pratiknya menjadi berwarna-warni. 

Menurut Kepala Daerah Kerja Bandara Arsyad Hidayat, ternyata di setiap lapis jenjang keberangkatan, koper jamaah diberi pita tambahan. Awalnya, pita disarankan oleh Kementerian Agama, ternyata dari bimbingan haji, kabupaten, hingga provinsi, juga memberikan pita pembeda. Hal itulah yang membuat pita menjadi warna-warni. 

"Nah pita-pita itulah yang membuat kesulitan," ujar Arsyad, di Jeddah, Minggu (13/8) pagi WIB. Menurutnya, banyaknya warna pita membuat proses pemilahan koper menjadi terkendala.  Selain pita, ditemukan satu kloter yang harus diberangkatkan menuju hotel lebih lambat dari jadwal seharusnya. 

Hampir seluruh koper jamaah di salah satu kloter tersebut dipasangi roda dan kayu sebagai penguat. Modifikasi ini menyebabkan ukuran koper lebih besar dan tidak dapat fleksibel.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menginformasikan, harus ada singkronisasi, oleh karena itu  pihaknya telah menyampaikan kepada Maktab Mukala terkait pemberian tanda pada bagasi jemaah berupa pita yang berwarna agar dapat mereka kelompokan ketika proses bongkar bagasi dan proses pengakutannya.

Dalam rakor mereka menyampaikan siap untuk mengelompokan bagasi itu sesuai dengan warna, asal ada kejelasan warnanya, nah ini yang perlu kita sampaikan secraa tegas bahwa nanti di embarkasi itu pastikan koper-koper jemaah itu sudah di cantumkan pita yang menandakan rombongan itu sendiri dan mengkelompokannya.