JAKARTA - Puncak arus mudik 2018 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, diperkirakan bakal terjadi pada H-3 Lebaran. Diprediksikan jumlah bus yang mengangkut penumpang per hari bisa mencapai 600 unit. "Dilihat dari tahun-tahun kemarin, 2016 puncak arus mudik H-4 sebanyak 13.000 lebih, tahun 2017 itu H-3 sebanyak 17.465. Tahun 2018 prediksinya puncak itu H-5 sampai H-3," ujar Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August Dwinanto, Selasa (5/6/2018).

Selain bus reguler, pihak terminal menyiapkan bus cadangan. Ada 120 bus pariwisata yang disiapkan perusahaan otobus. Untuk kenyamanan serta kelancaran arus mudik, pihak terminal juga menyiagakan posko terpadu. Personel gabungan dari TNI, Polri, Dishub, serta Satpol PP bersiaga di posko itu.

Selain itu, ada juga posko kesehatan dan posko cek kesehatan pengemudi bus. Pihak terminal memastikan pengemudi yang dalam kondisi tidak sehat tidak diperbolehkan mengemudi. "(Kemudian) posko pengujian kendaraan bermotor. Kalau ada rekomendasi dari penguji boleh jalan, ya, silakan jalan. Kalau tidak, ya, tidak kita perbolehkan," sambungnya.

Pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) telah dilaksanakan sejak 15 Mei. Dari 173 bus yang dicek, hanya 18 unit yang dinyatakan lulus uji. "Terus yang tidak lulus banyak juga, sebanyak 155 kendaraan," sebut Emiral.

Kebanyakan bus yang tidak lulus uji tersebut disebabkan ketidaklengkapan alat pemadam api ringan (APAR), termasuk kotak obat. "Kita kasih surat keterangan hasil ramp check tadi ke pengemudi, lalu dari pengemudi diserahkan ke perusahaan untuk melengkapi semua (kekurangan) yang ada," ujar Emiral.