PONTIANAK - Bupati Kubu Raya Rusman Ali mendapat dukungan dari Partai Golongan Karya dan Partai Amanat Nasional untuk kembali maju dalam pemilihan Bupati serta Wakil Bupati Kubu Raya pada Pilkada serentak 2018.

Hal tersebut disampaikan Rusman Ali usai menerima Rekomendasi dari Partai Golongan Karya dan Partai Amanat Nasional, Rabu (11/10/2017) kemarin.

"Kepercayaan Partai Golongan Karya dan PAN untuk saya, untuk kembali maju adalah merupakan berkah dan rahmat bagi seluruh masyarakat Kubu Raya," kata Rusman Ali di Sungai Raya, Kamis (12/10).

Dengan adanya rekomendasi itu, tuturnya, PAN dan Golkar sudah resmi memberi dukungan pada dirinya sebagai bakal calon Bupati Kubu Raya pada pilkada 2018 yang akan datang.

"Saya bersyukur mendapat dukungan dari Partai Golkar dan PAN untuk kembali maju sebagai calon Bupati Kubu Raya, untuk itu, saya ucapkan terimaksh kepada Golkar dan PAN. Anugerah dan berkah untuk seluruh masyarakat Kubu Raya," tuturnya.

Rusman Ali mengharapkan agar sejumlah partai yang sudah didaftar olehnya dapat juga segera keluarkan rekomendasi.

"Insya Allah dengan ikhtiar dan niat baik kita untuk melanjutkan pembangunan Kubu Raya, saya berharap agar sejumlah partai yang telah saya daftar, juga dapat segera mengeluarkan rekomendasinya. Saat ini Golkar ada 6 Kursi dan PAN 3 Kursi Alhamdulillah sudah 9 Kursi," katanya.

Dia juga masih menunggu kepastian sejumlah partai yang lain, dimana dirinya juga sudah mengajukan pendaftaran. Meski demikian, dirinya masih belum juga mengetahui siapa yang akan mendampinginya nanti pada pesta demokrasi ke tiga di kabupaten ke-14 di Kalbar ini.

"Kita tunggu saja, kabar baik dari partai lainnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, saya bisa mendapatkan kepastian dari partai lain ini," tuturnya.

Sejauh ini, sudah ada dua pasangan balon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya yang dinyatakan siap untuk kembali maju dan mendapatkan dukungan dari sejumlah partai. Pasangan Muda-Jiwo telah dipastikan maju dengan dukungan Partai Nasdem, Demokrat dan PKS. Sementara Rusman Ali didukung oleh PAN dan Golkar.