BREAKINGNEWS.CO.ID – Militer Moskow akan terus membombardir kelompok ekstrem di provinsi Idlib, Suriah, selama hal tersebut masih diperlukan. Pernyataan itu lontarkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov pada Jumat (14/9/2018).

Di lain sisi, ia juga menegaskan akan membuka jalur kemanusiaan bagi warga, yang akan melindungi diri dari perang. Lavrov, yang menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Berlin, menuturkan kalau angkatan udara Rusia akan menyerang sarana pembuatan senjata milik kelompok teroris segera setelah tempatnya dipastikan, demikian Reuters memberikan laporan.

Rencana Rusia serta pemerintah Suriah menyelenggarakan serangan besar ke Idlib mendapatkan tentangan dari berbagai negara, terutama Turki, yang berbatasan langsung dengan provinsi itu. Pemerintah Ankara mengkhawatirkan serangan gabungan Suriah, Rusia serta Iran membuat jutaan penduduk Idlib lari ke Turki, yang sudah menampung 3,5 juta pengungsi dari Suriah.

Sebelumnya diberitakan, Seorang juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin mengatakan, sudah menjadi pengetahuan umum kalau di provinsi Idlib yang berada di barat laut Suriah diperlukan solusi politis dan bukanlah militer. Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan persiapan dengan perwakilan Prancis, Jerman serta Rusia untuk pertemuan puncak empat pihak mendatang di Suriah, Kalin menuturkan mereka mengharapkan pemeliharaan status Idlib saat ini, perlindungan warga sipil, serta pencegahan krisis kemanusiaan di sana.

"Poin umum semua orang ialah bahwa jalan keluarnya harus lebih bersifat politik daripada militer," katanya seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (15/9). Kalin menuturkan, kunjungan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ke kota Rusia, Sochi, dan upaya-upaya setelahnya sangatlah penting. "Turki mengharapkan dukungan yang lebih terbuka dan langsung dari komunitas internasional serta para pemimpin," tambah Kalin.

Sejak awal September, setidaknya 30 warga sipil meninggal dunia di Idlib dan Hama, serta lusinan terluka, akibat serangan udara dan serangan oleh rezim serta pesawat tempur Rusia, menurut lembaga pertahanan sipil White Helmets. Rezim Suriah beberapa waktu terakhir mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran ke daerah itu, yang lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata. PBB memperingatkan kalau serangan seperti itu akan mengarah pada bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21.