BREAKINGNEWS.CO.ID – Terkait dengan tudingan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebutkan bahwa Rusia sudah menyandera Jerman, dengan memanfaatkan ketergantungan Berlin terhadap gas Moskow, Pemerintah Rusia membantah tudingan tersebut. Rusia menegaskan, Moskow dan Berlin merupakan dua mitra yang saling membutuhkan.

"Mengenai ketergantungan Jerman (pada Rusia) sebagai pembeli gas utama, kami tidak bisa setuju dengan premis ini," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (12/7). "Pasokan gas pipa tidak menyebabkan ketergantungan satu negara pada negara lain, tetapi untuk melengkapi saling ketergantungan. Itu adalah jaminan stabilitas dan pembangunan masa depan," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengecam kritik Trump atas penjualan gas alam cair Rusia ke Berlin. Dia menuturkan, Jerman bukanlah sandera dari Rusia atau AS. "Kami bukanlah sandera, baik dari Rusia maupun AS. Kami merupakan salah satu penjamin dunia bebas dan yang akan tetap seperti itu," kicau Maas. Pernyataan Trump terkait Jerman didasari oleh keputusan negara itu menyetujui pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2 dari Rusia ke Eropa.

Jerman memang telah menolak tekanan AS untuk memblokir Nord Stream 2, yang dijadwalkan akan selesai pada 2019. Proyek ini merupakan perluasan dari pipa saluran gas alam Nord Stream yang dibuka pada 2011. Saluran pipa telah menjadi sumber pertikaian antara AS dan sejumlah negara Eropa. Pertkaian ini telah menjepit negara-negara kecil di Eropa Timur, seperti Polandia, Ukraina, dan Lithuania.

Jalur itu diperluas dengan tujuan untuk memastikan pasokan gas Rusia ke Eropa tengah dan barat. Ini termasuk juga pipa gas alam sepanjang 1.222 km yang mengalir di dasar Laut Baltik dari ladang gas Rusia ke Jerman. Jalur ini akan menggandakan kapasitas Nord Stream yang saat ini sebesar 55 miliar meter kubik dan diharapkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2019 mendatang.

Sebelumnya diberitakan kalau Presiden Donald Trump dalam pertemuan puncak KTT NATO di Brussels, Belgia pada Rabu (11/7), mempertanyakan perihal seberapa penting NATO, apabila anggotanya justru ada yang semakin dekat dengan musuh bersama, yang disebutnya sebagai bekas aliansi Soviet. "Apa gunanya NATO jika Jerman membayar Rusia miliaran dolar untuk gas dan energi?"