BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemimpin oposisi yang memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Venezuela, Juan Guaido, mendapatkan peringatan dari Rusia. Moskow dikabarkan meminta Guaido untuk tidak 'mengundang intervensi asing' dengan menggunakan pengiriman bantuan sebagai perlindungan.

Moskow juga menyerukan dialog antara pemerintah dan oposisi. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Rabu (20/2/2019) mengungkapkan bahwa Rusia khawatir mengenai ancaman Amerika Serikat (AS) yang secara aktif mendapat dukungan dari oposisi Venezuela, yang pada dasarnya dianggap mengundang intervensi asing.

Menurut Lavrov, intervensi seperti itu tidak akan membawa hasil seperti apa yang diinginkan Guaido, baik apabila dilakukan secara langsung maupun 'di bawah perlindungan bantuan kemanusiaan'. Militer Venezuela yang sudah menyatakan setia terhadap Presiden Nicolas Maduro menuturkan akan terus bersiaga setelah Guaido berjanji membawa bantuan masuk ke negara yang sedang mengalami krisis tersebut. Bantuan inilah yang disebut Maduro sebagai invasi AS.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menolak mengesampingkan aksi militer. Dirinya memperingatkan bahwa militer Venezuela bisa 'kehilangan segalanya'. Lavrov mengatakan ancaman AS ini merupakan pelanggaran. "Tidak diragukan, (ancaman) itu adalah pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan campur tangan langsung ke urusan dalam negeri sebuah negara merdeka," katanya, dilansir dari AFP Kamis (21/2).

Dirinya berharap Guaido mau menanggapi inisiatif dialog mediasi yang ditawarkan. "Hasil yang baik hanya datang dari dialog politik inklusif," lanjutnya. Pengiriman makanan dan obat-obatan dari AS dan sekitar 50 negara lain saat ini dilarang masuk oleh Maduro. Hal ini menjadi pemicu fokus perebutan kekuasaan antara Maduro dan Guaido, terutama karena rakyat disebut sudah menderita akibat krisis ekonomi.

Maduro menyatakan sekitar 300 ton bantuan Rusia akan sampai Venezuela pada Rabu (20/2). Ia juga mengumumkan kedatangan bantuan dari sekutu lainnya, yaitu Cina dan Kuba. Pada Rabu (20/2), surat kabar Rusia, Rossiiskaya Gazeta, mengutip ucapan Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, yang mengatakan bantuan telah tiba di negaranya. "Kami berterima kasih kepada Rusia atas pengiriman peralatan medis yang telah tiba di Venezuela," ucapnya dalam bincang dengan surat kabar terkait.