JAKARTA – Amerika Serikat baru-baru ini mendapatkan peringatan dari Kementerian Pertahanan Rusia untuk tidak melakukan serangan terhadap basis militer Suriah. Peringatan ini muncul sebagai respon atas ancaman yang ditebar Washington kepada Damaskus beberapa waktu lalu. Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (13/3/2018), Kepala Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov mengatakan pihaknya akan merespon dengan keras setiap serangan yang menargetkan basis militer Suriah. Alasanya, banyak penasihat militer Rusia yang ditempatkan di basis-basis militer itu.

"Ada banyak penasihat militer Rusia, perwakilan dari Center for Reconciliation of Opposing Sides dan tentara Rusia di Damaskus dan di fasilitas pertahanan Suriah," kata Gerasimov. Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis memperingatkan pemerintah Suriah perihal penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di negara tersebut. Suriah diduga telah melakukan sejumlah serangan kimia dalam serangan terhadap basis pemberontak di negara tersebut.

Mattis mengatakan sangat tidak bijaksana bagi Damaskus untuk mencoba melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia di Ghouta Timur dan memperingatkan bahwa akan merespon dengan keras serangan semacam itu. "Akan sangat tidak bijaksana bagi mereka untuk menggunakan gas yang bisa digerakkan senjata. Menurut saya, Presiden Donald Trump menampilkan dengan sangat jelas di awal pemerintahannya mengenai hal ini," ucap Mattis.

Pada awal April tahun lalu, Trump memerintahkan serangan terhadap basis pemerintah Suriah, sebagai respon atas serangan senjata kimia yang dilakukan Damaskus.