BREAKINGNEWS.CO.ID -  Nlai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di pada Kamis (24/1/2019)  ditutup menguat sebesar 18 poin ke posisi Rp14.170 yang dipiciu oleh arus dana asing yang terus masuk ke dalam negeri. Dibandingkan sehari sebelumnya rupiah ditransaksikan pada posisi Rp14.188 per dolar AS.

“Penguatan rupiah dipacu oleh arus modal asing yang terus masuk,” kata  analis pasar uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Arya Wisnubroto di Jakarta.

Capital inflow itu, lanjut Rully menjadi gambaran bahwa investor asing masih tetap memandang positif fundamental perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global dan gejolak eksternal.  “Itu karena perkiraan bahwa defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang membaik,”ujarnya lagi.

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi dibuka menguat Rp14.127 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.127 hingga Rp14.174 per dolar AS.

Penguatan yang terjadi sejak pagi itu terjadi seiring kekhawatiran terhadap potensi resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dinilai belum kuat, kata analis pasar uang. "Data ekonomi AS yang dianggap bisa mewakili potensi resesi di AS yaitu sektor perumahan belum terkonfirmasi," kata Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih.

Harga rumah untuk single family dengan menggunakan KPR (mortgage) November 2018 naik 0,4 persen bulan ke bulan (mom), mengikuti kenaikan 0,4 persen (mom) pada Oktober 2018, dan lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 0,2 persen (mom). Harga rumah ini relatif  datar, namun cenderung melambat dibandingkan Februari 2018 yang mencapai kenaikan tertinggi satu persen (mom).

Dari domestik, sudah ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) mengenai devisa hasil ekspor (DHE) pada 10 Januari 2019 lalu, disebut akan menjadi penopang rupiah ke depan. Aturan teknis PP tersebut akan dikeluaran dari Kementrian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PP tersebut memuat kewajiban DHE hasil sumber daya alam untuk disimpan di perbankan dalam negeri efektif mulai 1 Maret 2019 mendatang.

Kebijakan lanjutan adalah insentif atas pajak penghasilan (PPh) sebesar 0 persen untuk DHE yang dikonversikan ke rupiah dengan deposito tenor diatas 6 bulan melalui rekening khusus.

Berdasarkan data BI, pelaporan DHE saat ini tercatat telah mencapai 95 persen dari total Surat Pemberitahuan Ekspor (SPE), namun DHE yang dibawa masuk baru mencapai 15 persen. "Dengan aturan ini DHE akan menjadi penopang fundamental rupiah," kata Lana.