BREAKINGNEWS.CO.ID - Setelah sempat naik beberapa poin pada perdagangan Selasa (13/8/2019), nilai tukar rupiah kini tercatat menguat terhadap dolar AS. Rupiah kini berada posisi Rp14.235 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (14/8/2019) pagi. Rupiah menguat 0,63 persen dibandingkan penutupan perdagangan pada Selasa (13/8/2019), yakni Rp14.282 per dolar AS.

Tak haknya rupiah, Rabu pagi sebagian besar mata uang utama Asia juga menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand tercatat menguat 0,01 persen, Ringgit Malaysia menguat 0,2 persen, yen Jepang menguat 0,29 persen, peso Filipina menguat 0,41 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,93 persen. Di sisi lain, dolar Singapura malah melemah 0,07 persen.

Namun pelemahan terakhadap mata uang dolar AS justru terjadi pada Poundsterling. Mata uang Inggris itu melemah 0,05 persen. Beruntung dolar Australia masih stagnan terhadap dolar AS, dan sebaliknya euro menguat 0,06 persen.

Hubungan dagang AS dan China yang hingga kini masih tidak menentu bahkan sempat memanas, membuat gejolak sejumlah mata uang. Apalagi setelah AS mengancam China untuk segera mengenakan tarif tambahan 10 persen bagi produk impor asal China sebesar US$300 miliar.

Namun Presiden AS Donald Trump mengatakan masih akan menunda kenaikan tarif impor bagi mainan, elektronik, dan barang-barang yang digunakan sebagai hadiah. Mengutip Reuters, sejatinya optimisme perang dagang sudah mulai memudar, karena belum ada solusi yang pasti terkait permasalahan ini.

"Beberapa analis memperkirakan jika perang dagang AS-Cina terus tereskalasi bisa mengakibatkan perekonomian global jatuh kepada resesi," terang Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim, Rabu (14/8).

Namun, masih tetap ada sentimen yang membayangi pergerakan rupiah hari ini, khususnya dari peristiwa yang terjadi di Hong Kong dan hasil pemilihan pendahuluan di Argentina. Hasil Pemilu di negeri tango itu telah menempatkan pihak oposisi sebagai unggulan mengakibatkan jatuhnya nilai tukar peso, bursa saham, dan obligasi negara itu.

"Dalam transaksi hari ini rupiah kemungkinan masih akan ada di level Rp14.260 hingga Rp14.340 per dolar AS," ucapnya. Begitu pula dengan pergerakan mata uang Asia lainnya.