JAKARTA-Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka melemah 7 poin atau 0,05% di Rp13.511 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (13/10/2017). 

Nilai tukar rupiah ditutup terapresiasi 0,19% terhadap dolar AS pada akhir perdagangan hari Kamis (12/10/2017), atau menguat 26 poin ke level Rp13.504 per dolar AS, setelah dibuka dengan kenaikan 0,13% atau 17 poin di Rp13.513 per dolar AS.

Pekan lalu, rupiah ditutup melemah tipis ke level 13510 per USD dibandingkan penutupan minggu sebelumnya pada 13470. Sebelumnya sempat menguat hingga level 13450 menyusul membaiknya data fundamental Indonesia yaitu inflasi, indeks kepercayaan konsumen dan cadangan devisa bulan September.

Inflasi tahunan naik 3.72%, diatas perkiraan yang 3.67%, kepercayaan konsumen naik ke 123.8, tertinggi dalam 4 bulan, dan cadangan devisa bulan September meningkat ke USD 129.4 milyard, tertinggi sejak tahun 2000.

Pelemahan Rupiah terutama disebabkan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang semakin tinggi dan bagusnya data fundamental AS terutama ISM Manufacturing dan Non Manufacturing PMI, ADP Non Farm dan Jobless Claims, disamping komentar pejabat bank sentral AS yang hawkish.

Pasca rilis data tenaga kerja AS akhir pekan lalu (Non Farm Payrolls, tingkat upah dan pengangguran) dan adanya berita rencana uji coba rudal Korea Utara, diperkirakan Rupiah akan cenderung melemah pada awal pekan ini. Data berdampak tinggi minggu ini adalah notulen meeting FOMC, CPI dan penjualan retail AS serta pidato anggota FOMC, sementara dari dalam negeri ada penjualan retail bulan Agustus.

Jika berlanjut melemah, resistance kuat USD/IDR ada pada level 13533 hingga 13585, dan jika menguat support kuat ada pada level 13453 hingga 13415.

 

BREAKINGNEWS.CO.ID