JAKARTA- Pengacara muda, Rudi Kabunang saat ini bergabung dalam komunitas motor gede alias Moge MBC DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Rudi ini telah mengelilingi beberapa daerah di Indonesia menggunakan motor gede miliknya. 

"Beberapa waktu lalu jalan Semarang, Solo dalam acara Harley," ujar Rudi kepada BreakingNews.co.id. Rudi mengaku sangat menyukai moge tersebut lantaran diajak kliennya sejak tahun 2001 silam. Dalam komunitas yang dicintainya saat ini, pengacara yang kerapkali tangani kasus para artis ini mengaku banyak menemukan teman lintas profesi.

"Pertama kali yang ngajak klien. Sejak tahun 2001 lah mengenal motor besar. Terus ya ada kenikmatan. Karena di situ juga banyak profesi, banyak teman khususnya di kalangan klub motor itu," jelasnya.

Dalam klub moge tersebut lanjut Rudi, dirinya bergabung supaya bisa juga membina relasi dengan siapa saja. Sebab dalam klub moge itu, ada profesi lawyer, polisi dan lain sebagainya. "Jadi tujuannya membina pertemanan, persahabatan dan mengisi waktu kesibukan, kepenatan. Refresinglah di sini. Jalan bersama keliling," katanya.

Selain itu kata pria kelahiran Waingapu Sumba Timur, 1 Juni 1971 ini, dirinya bergabung dalam klub tersebut karena banyak jaringan. Khusus hal yang berhubungan dengan dunia pengacara. "Karena Pelindung kami ini salah satu ketua MBC ini adalah banyak chanel (jaringan). Kami bisa membina hubungan persahabatan yang bisa menunjang karir juga," terangnya.

Profesi Lawyer

Pria lulusan Sarjana Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta 1992-1997 ini membuka biro hukum sendiri dengan nama Rudi Kabunang dan Partners di Jl. Kelapa Hubrida Raya No. 27 Blok PD 14, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pria lulusan Magister Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Semarang 2006-2008 ini menjalani profesinya sebagai pengacara pada tahun 2000. Sejak saat itu dirinya berpacu dengan banyak penanganan kasus. Dia mengaku banyak mengadvokasi kasus di masyarakat secara profesional.

Bahkan tak sidikit kasus yang ditangani secara gratis alias prodeo. "Pengacara sejak tahun 2000. Melakukan advokasi di masyarakat secara profesional. Ada yang prodeo," kisah pria yang sering memenangkan kasus-kasus besar ini.

Dalam menjalankan profesinya, pria lulusan SMP N I Waingapu 1982-1985 ini juga menangani semua perkara baik perdata maupun pidana. "Kami tangani semua perkara. Perkara saat ini yang kami tangani perkara tanah, perbankan, dan kredit macet," jelasnya.

Perkara Sulit

Semenjak Rudi menjalani profesinya sebagai pengacara, dia mengaku perkara yang paling sulit adalah kasus PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Saat itu kata Rudi dirinya dipercaya sebagai pengacara Richard Joost Lino. Menurut Rudi, kasus Pelindo II merupakan kasus yang sangat pelik. Ia menilai kasus tersebut mempunyai bau-bau politik dalam prosesnya.

"Paling perkara-perkara besar yang punya konflik di luar permasalahan hukum itu sendiri. Yang pernah saya tangani Pelindo II ya. Pelindo II persoalan yang sangat pelik karena kita berhubungan dengan bau-bau politiklah," kisahnya. Kajian hukum kasus tersebut kata suami dari Nawa Sundagi ini kadang-kadang tidak masuk akal. Arahnya kata Rudi lebih bernuansa kepada kepentingan politik.

"Di situ kajian hukum kadang-kadang tidak masuk. Kadang-kadang lebih bernuansa kepada kepentingan politik. Jadi kadang-kadang kita kaji secara hukum pun kita sulit mendapatkan kebenaran," katanya. 

Rudi Kabunang, SH. MH.

TTL : Sumba Timur, Waingapu 1 Juni 1971

Istri : Nawa Sundagi

Riwayat Pendidikan:

-SD Waingapu 1976-1982

-SMP N I Waingapu 1982-1985

-SMA N I Kupang 1985-1988

-S1 Universitas Janabadra Yogyakarta 1992-1997

-S2 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Semarang 2006-2008

-Profesi Likuidator Jakarta 2017