BREAKINGNGEWS.CO.ID - Kubu capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo bahwa prestasi Indonesia di Asian Games 2018 dijadikan panggung pencitraan politik untuk kepentingan Pilpres 2019. "Kalau Roy Suryo ngomong, lebih baik kita masuk kuping kiri keluar kuping kanan," kata juru bicara Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul saat ditemui wartawan usai diskusi publik dan konsolidasi bertema 'Makin Dilarang, Makin Nantang ! #2019GantiPresiden Menggila Hingga Tanah Suci: Untung atau Buntung' di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Menurut Ruhut, seharusnya Roy Suryo merasa malu untuk mengomentari Asian Games, karena mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu sempat pesimis Indonesia bakal meraih 16 medali emas dan menyebut target Jokowi itu tidak realistis, namun faktanya, saat ini Indonesia telah mendapatkan 30 keping emas dari pesta olahraga terbesar se-Asia itu. "Yang namanya Roy Suryo sudahlah, malulah dengan statemen awal, meragukan bisa dapat 16 medali emas, seolah-olah kita seperti bernafsu, nyatanya sekarang mau 31 medali emas, jadi mestinya dia sudah gak berkomentar lagi," ujar Ruhut.

Tak hanya Roy Suryo, mantan petinggi Partai Demokrat ini juga menyinggung politisi oposisi lainnya yang suka berkomentar miring soal pemerintahan Jokowi. Ia menyebut, semakin Roy Suryo cs menyerang Jokowi, rakyat akan semakin cinta pada capres petahana itu. "Maaf ya, kalau saya lihat model-model seperti Roy Suryo, Fadli Zon, Ferdinand Hutahaean, Ratna Sarumpaet, makin ngaco mereka ngomong, rakyat makin cinta dengan Pak Jokowi, jadi aku terimakasih, ngaco aja lah kalian ngomong," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Roy Suryo berharap, suksesnya Indonesia dalam penyelenggaraan dan prestasi atlet di Asian Games 2018, tidak dijadikan panggung pencitraan politik demi kemenangan di Pilpres 2019. "Ini sekaligus juga warning bagi kita agar jangan cepat puas dan berbangga diri, apalagi jadi jemawa atas hasil Asian Games sekarang, apalagi malah menjadikannya ajang pencitraan politik untuk kepentingan 2019," kata Roy dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (30/8/2018). 

Roy menengarai ada yang mulai berupaya menjadikan pencapaian Asian Games 2018 sebagai ajang pencitraan politik. Tanda-tandanya, mulai ada komparasi yang dipaksakan antara hasil Asian Games era pemerintahan Presiden Jokowi ini dan pencapaian tahun-tahun sebelumnya. "Karena mulai tampak upaya-upaya memperbandingkan dengan hasil-hasil Asian Games Indonesia tahun-tahun sebelumnya yang sangat tidak logis," ungkap Roy.