BREAKINGNEWS.CO.ID – Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi pesimistis untuk tatap seri ke-11 MotoGP yang akan berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, akhir pekan nanti. Pembalap dengan sembilan gelar grand prix ini mengaku kalau lintasan yang memiliki panjang 4,3 km tersebut tak pernah bersahabat dengan YZR-M1 tunggangannya.

Pernyataan pembalap berjuluk The Doctor ini terbilang sangat masuk akal, mengingat Yamaha hanya sekali meraih podium usai Jorge Lorenzo finis ketiga pada 2016. Sementar itu dalam balapan di Brno, Ceko akhir pekan lalu, Rossi hanya mampu finis keempat, di mana tiga pemabalap Yamaha lainnya juga tak terlalu kompetitif. Maverick Vinales gagal finis, sementara Johann Zarco dan Hafizh Syahrin hanya finis di posisi tujuh dan 14.

Rossi harus susah payah berjuang di lima besar, namun berhasil mengamati performa Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, Marc Marquez dan Cal Crutchlow. Berkat aksi ini, ia kembali mendapat bukti bahwa Yamaha masih jauh tertinggal ketimbang Ducati dan Honda.

"Balapan di Ceko cukup penting dan baik, karena saya membuntuti Dovi, Marc, Jorge dan Cal. Tapi secara umum yang saya lihat sudah saya ketahui sebelumnya. Saat membuka gas, mereka mampu berakselerasi lebih baik, mereka mampu memakai ban lebih baik dan di area inilah kami justru kesulitan," ujar Rossi, dikutip Crash.net.

Rossi juga yakin bahwa Yamaha masih mengalami penurunan performa yang drastis di akhir balapan. "Motor kami, soal keseimbangan dan performa mekanisnya, sangatlah baik. Bahkan, di kualifikasi kami selalu kompetitif. Tapi pada paruh kedua balapan, sayangnya kami masih harus memperbaiki diri," ungkapnya.

Sembilan kali juara dunia ini tak mau membidik target muluk akhir pekan nanti, dan bertekad hanya tampil kompetitif dan meraih poin sebanyak mungkin, mengingat kini ia telah tertinggal 49 poin dari Marquez di klasemen pembalap. "Austria salah satu lintasan terburuk bagi Yamaha. Saya rasa di sana kami akan 'menderita'. Di sana ada tikungan lamban dan trek lurus panjang. Bagi kami, ini situasi terburuk. Sayangnya kami tak punya hal spesial dalam uji coba, tapi ada beberapa detail yang bakal sangat penting untuk tampil kompetitif di Austria," tutupnya.