BREAKINGNEWS.CO.ID-Terjun di dunia politik tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Ronny Pangemanan. Jika kemudian ranah tersebut harus dijalani, itu tak sekadar karena adanya dorongan kuat dari berbagai kalangan, akan tetapi mungkin lebih karena memang harus menjadi pilihan. Ronny Pangemanan kini bersiap mengikuti kontestasi pemilihan umum legislatif 2019, bertarung memperebutkan satu kursi di DPRD DKI Jakarta 2019-2024. Dia menjadi bakal calon legislatif Partai Perindo nomor urut 11 dari Dapil I Jakarta Pusat.

"Teman-teman sudah lama mendorong saya untuk terjun ke politik, termasuk dari rekan seprofesi yang sudah lebih dulu memutuskan all-out disitu. Kalau sekarang ini saya baru siap, itu juga tak bisa dilepaskan dari momentumnya yang pas, juga karena tantangannya yang lebih besar," ungkap Ropan, sapaan akrab dari salah satu putra terbaik Manado, Sulut, yang Jumat (21/9/2018) ini tepat berusia 53 tahun.

Momentum yang disebut oleh mantan wartawan olahraga dan dikenal sebagai pengamat sepak bola handal ini adalah keberadaan partai baru yang memicu kecintaannya, yakni Perindo, Persatuan Indonesia. Partai yang menganut partai modern dengan memadukan partai massa dan partai kader yang menjunjung tinggi pengelolaan partai secara profesional ini menjadi pilihan Ropan untuk menyalurkan kemampuannya dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Mengapa Perindo

"Visi, misi dan perjuangan Perindo sejalan dengan keinginan saya, yakni mempecepat Indonesia menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera. Kalau Indonesia makmur, berarti Indonesia jadi bangsa yang maju dan sejahtera," terang Ropan, bicara tentang partai yang dideklarasikan oleh pengusaha pemilik MNC Group Harry Tanoesoedibjo pada 7 Februari 2015 itu.

'Tantangan' yang dikedepankan oleh Perindo -menuju Indonesia yang makmur-juga menjadi tantangan untuk Ropan, yakni berjuang bersama-sama untuk turut membesarkan partai baru dengan nomor urut 9 tersebut. "Tentunya saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Perindo. Sangat menantang berada di partai baru seperti Perindo. Kita tertantang untuk dapat membesarkan partai ini. Itu tak mudah, perlu perjuangan karena yang dihadapi untuk memperebutkan kursi di DPRD dari Dapil 1 Jakarta Pusat sebagian besar adalah petahana yang pada musim kompetisi lalu lolos ke Kebun Sirih," papar Ropan.

Mantan wartawan Suara Pembaruan dan pendiri sejumlah penerbitan olahraga ini, antara lain majalah Liga Italia dan Harian Topskor, sudah siap sangat ready untuk terjun di politik. Walau demikian dia juga menyadari beratnya tantangan yang dihadapi, khususnya dari bacaleg lainnya yang sudah lebih dulu eksis. Di dapil 1 Jakarta Pusat Ropan akan bertarung dengan, antara lain, Prasetyo Edi Marsudi, petahana yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta.

Persaingan Keras
Dari Dapil 1 Jakarta Pusat ini akan diperebutkan 12 kursi DPRD DKI Jakarta. Ropan dan bacaleg lainnya akan bertarung memperebutkan hati konstituen dari delapan kecamatan, yakni Cempak Putih, Gambir, Johar Baru, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang.

Soal beratnya persaingan di Dapil 1 Jakarta Pusat juga diterima Ropan dari rekan seprofesinya yang sudah lebih dulu terjun di politik dan menjadi anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019, Steven Setiabudi Musa. "Kami masih menjalin komunikasi. Steven bilang, yang berlaga di Dapil 1 Jakpus pada Pileg 2019 nanti 90 persen adalah inkumben, petahana. Jadi memang berat, pertarungannya keras. Tetapi itulah tantangannya," ujar Ropan.

Namun, Ropan tetap berbesar hati. Dorongan dari keluarga, kerabat dan sahabat semakin meningkatkan semangat juangnya. Salah satu pendorong sekaligus pendukung terkuatnya adalah Ronny Tanuwijaya, pengusaha yang sama-sama penggila olahraga, khususnya sepak bola. Ronny Tanuwijaya, yang akrab dipanggil Rotan itu, menyebut Ropan sudah waktunya terjun ke politik untuk lebih meningkatkan ferforma olahraga di ibu kota. Rotan, yang pernah menjadi manajer tim Persijatim di kompetisi liga itu, menyebut Ropan memenuhi kualifikasi untuk menjadi representasi masyarakat olahraga di DPRD DKI Jakarta.

Ronny Tanuwijaya

"Ropan tidak hanya pandai secara teori, dia juga sangat memahami aspek pembinaan olahraga, termasuk sepak bola. Dia lama menjadi manajer tim Persma Manado. Pandangan-pandangan atau pemikirannya bagus. Pengalaman panjangnya di dunia olahraga bisa sangat membantu dia dalam upaya mengembangkan keolahragaan di DKI Jakarta pada umumnya, tak terkecuali juga bagaimana membuat Persija lebih dicintai masyarakat ibu kota," papar Rotan.

"Saya kira nama Ropan sudah dikenal luas," ujar Rotan. "Dia sudah tenar sebagai pengamat olahraga dan komentator sepak bola."