Jakarta -Hari Lahir Pancasila, yang diperingati pada 1 Juni ini diharapkan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) sebagai obat penangkal intoleransi. Apalagi di tengah kondisi bangsa Indonesia yang saat ini tengah terancam perpecahan karena radikalisme, intoleransi dan liberalisme.

"Menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai obat intoleransi, radikalisme dan liberalisme yang hari ini menyasar seluruh lini kehidupan bangsa," kata Rommy dalam pesannya. Menurutnya masyarakat harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman keseharian. Serta membangun kesadaran bahwa Pancasila adalah pemersatu bangsa Indonesia. "Ia adalah titik temu semua agama, suku dan golongan. Bisa jadi ada hal yang tidak memuaskan satu dua pihak, namun itulah titik optimal," ujarnya.

Selain itu Rommy juga menyebutkan, Pancasila juga harus dijadikan tolak ukur turunan Undang-undang Dasar (UUD). Menurutnya, jika semua turunan undang-undang berpegangan pada Pancasila maka tidak akan ada lagi undang-undang yang perlu dibatalkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Menjadikan Pancasila sebagai tolok ukur seluruh turunan UUD. Jika setiap butir pasal dalam penyusunan UU ditolok ukur kan kepada Pancasila, insya Allah tidak ada lagi pembatalan norma oleh MK," ucapnya.