BREAKINGNEWS.CO.ID-Ole Gunnar Solksjaer membawa atmosfir baru untuk Manchester United. Salah satu bintang tim Setan Merah dari era keemasan di tahun 1990-an itu, khususnya tahun 1992 saat The Red Devils mengenyam sukses besar di berbagai ajang kompetisi seperti di Premier League dan Liga Champions, dinilai sudah berhasil meningkatkan ferforma para pemain Manchester United yang sempat anjlok karena ditingkahi perseteruan antara sebagian besar pemain dengan manajer tim Jose Mourinho. Setelah dipercaya menggantikan Mourinho semenjak awal Desember, Solksjaer telah membawa empat kemenangan di laga Premier League dan satu di Piala FA.

Kendati demikian, status Ole Gunnar Solksjaer masih menjadi manajer sementara. Salah satu bintang dari Class '92 Manchester United itu, kelahiran Kristinsund, Norwegia, 26 Februari 1973, masih harus berjuang untuk ditetapkan sebagai manajer definitif oleh manajemen Manchester United. Apalagi, menurut Mirror, Solksjaer sepertinya masih berada di peringkat kedua dalam perburuan manajer definitif tim Setan Merah.

Solksjaer.

Peringkat pertama masih ditempati oleh Mauricio Pochettino, manajer Tottenham Hotspur. Pochettino, yang terakhir memperkuat timnas Argentina di Piala Dunia 2002, sudah empat tahun menangani Spurs. Dia hanya beberapa bulan lebih tua dari Solksjaer. Pochettino kelahiran Murphy, Santa Fe, Argentina, 2 Maret 1972.

Mengapa Mauricio Pochettino disebut-sebut sangat cocok untuk Manchester United?

Tidak sulit untuk melihat mengapa Mauricio Pochettino menjadi target manajerial No.1 Manchester United. Merujuk dari perjalanan karir kepelatihannya, tim-tim yang ditangani Pochettino dinilai mampu menyajikan permainan sepak bola yang menghibur, dari filosofi bagaimana meningkatkan kinerja pemain dan mempromosikan pemain-pemain muda.

Itulah yang menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen Manchester United. Para  petinggi di Old Trafford mencermati apa yang senantiasa dia lakukan dengan bayaran yang relatif kecil, dan anggaran transfer yang juga minimalis. Ed Woodward, direktur eksekutif Manchester United, sudah melihat penghematan besar yang bisa dilakukan manajemen Manchester United jika tim ditangani oleh Pochettino.

Setelah era kepelatihan Jose Mourinho yang diwarnai like & dislike sehingga terus berpotensi memecah belah tim, Pochettino disebutkan sebagai sosok yang ideal untuk melanjutkan pekerjaan Ole Gunnar Solskjaer, yang sudah menyembuhkan luka dan menyatukan kembali para pemain Manchester United.

Pochettino.

Di Southampton, klub Inggris pertama yang ditanganinya, Pochettino dikenang karena kemampuannya untuk dekat dengan seluruh pemain dan jajaran manajemen klub. Semua bisa merasakan sentuhannya.

Siapa yang akhirnya akan ditetapkan sebagai manajer definitif tim Setan Merah? Hasil akhir dari laga Tottenham Hotspur vs Manchester United di matchweek 22 Premier League pada Minggu (13/1) malam di Stadion Wembley, London, mungkin akan dijadikan bahan pertimbangan. Siapa yang akhirnya bisa lebih dipercaya bisa benar-benar meningkatkan ferforma The Red Devils.