JAKARTA - Elia Masa Manik resmi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan jika pergantian Dirut tersebut demi untuk meningkatkan peran Pertamina kepada masyarakat, terutama dalam menjaga pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang masih disubsidi oleh pemerintah. Saat ini, posisi Dirut diisi oleh Pelasana tugas (Plt) Nicke Widyawati. “Kalau pemerintah sudah katakan barangnya (Solar, Premium dan Elpiji) harus tersedia, Pertamina harus melakukan karena Pertamina milik negara, milik bangsa. Maka itu saya lakukan perubahan. Saya harap Bu Nicke ini bisa lakukan fungsinya dan bagusnya lagi dia perempuan,” katanya, Sabtu (28/4/2018).

Kendati Pertamina memiliki produk BBM non subsidi seperti Pertalite dan Pertamax, namun dirinya mengaku saat ini masyarakat masih banyak membutuhkan BBM subsidi seperti Premium, Solar dan Elpiji. Untuk itu kestabilan pasokan harus benar-benar dijaga. “Kita ini mengelola BUMN salah satu fungsinya untuk kepentingan masyarakat Indonesia,” tambahnya. Pernyataan itu muncul terkait pertanyaan yang dilontarkan kepada Rini mengenai rencananya dalam meningkatkan peran BUMN dalam pertumbuhan ekonomi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) memutuskan perubahan susunan direksi pada Jumat (20/4/2018). Hasil RUPSLB tersebut memutuskan mengganti lima direksi.

Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan jika keputusan tersebut dilakukan bersama dan mendapatkan masukan dari Dewan Komisaris. Ada sejumlah hal jadi pertimbangan pergantian direksi. Pertama, ini dalam rangka memperkuat dan mempercepat implementasi holding. Kedua, melihat perkembangan kondisi terakhir. Hal itu melihat kecelakaan pipa di Teluk Balikpapan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). “Komisaris sudah melakukan kajian implementasi yang sangat komprehensif selama satu bulan penuh bersama direksi dan sudah dilaporkan kepada kementerian,” ujar dia.

Menurutnya, kehadiran direktur baru tersebut dapat mempercepat rencana bisnis yang ada. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.