NEW YORK - Sajaknya mengingatkan kita pada rap gangster, 50 Cent. Akan tetapi bukannya rapper dengan perawakan six pack, namun ini rapper remaja berwajah imut Rich Chigga yang tampil menggunakan polo pink dan bernuansa lucu.

Rich Chigga rapper kelahiran Indonesia, yang viral lewat hitnya "Dat $tick", yang telah ditonton lebih dari 50 juta pengunjung secara online, adalah “kepala sekolah” generasi baru hip-hop muda Asia. Kini popularitasnya meningkat di kalangan pemirsa Amerika Serikat yang membantu untuk menumbangkan stereotip musik Asia.

Lahir dengan nama Brian Imanuel, Rich Chigga yang masih berusia 17 tahun telah menandatangani kontrak dengan 88 Rising, sebuah label rekaman berbasis di Brooklyn. Agen tersebut juga mengkontrak rapper Korea Keith Ape, grup hip-hop China, Higher Brothers dan Joji, produser Jepang-Australia yang mulai fenomena lewat video memo Harlem Shake.

"Kami ingin mendorong budaya maju," kata bos 88 Rising, Sean Miyashiro. "Kami tidak mencoba untuk mematahkan stereotip atau mengubah pola pikir orang. Kami menunjukkan kepada masyarakat, apa yang dapat kami lakukan, dengan melakukan apa yang kami lakukan.”

Miyashiro, seorang Brooklynite keturunan Jepang-Korea, mendirikan label tersebut pada awal 2016 setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai platform musik elektronik Vice Media Thump. "Awalnya ini adalah visual liar yang bisa dilihat, pemusik Asia mengetuk seperti itu, menumpahkannya dalam sebuah video," kata Miyashiro.

Perusahaan yang dikenal dengan sejumlah video yang sangat viral dan berkolaborasi dengan artis Amerika yang mapan seperti Ghostface Killah dan Skrillex, telah mencapai status “kultus” di kalangan penggemar, terutama di Asia.

"Artis dan produk kami adalah yang paling berpengaruh di Asia karena kami bukan berasal dari mesin pop produksi. Kami adalah ujung dari lingkaran baru dari musik," kata Miyashiro. "Alasannya kami adalah label pertama yang benar-benar membuat dampak di Barat dan Timur." (agn)