BREAKINGNEWS.CO.ID – Ribuan bobotoh (julukan pendukung) Persib Bandung melakukan aksi yang bertajuk ‘Bandung Melawan’ atas ‘kejamnya’ sanksi dari Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) terhadap Persib Bandung, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (13/10/2018).

Di tengah ribuan bobotoh itu, ada pocong atau setan versi Indonesia yang ikut nimbrung dan melakukan demo Bandung Melawan. Seperti penampakan di film-film, pocong mengenakan kostum putih serta kain diikat di kepala ciri khas pocong. Pocong berkacamata itu tidak membuat takut para pendukung Persib Bandung. Justru dia berbaur dengan mereka.

Pocong itu bukan hantu sungguhan, tetapi memang pendukung Persib yang mengenakan kostum pocong. Pocong itu bertuliskan "jenazah PSSI." Bobotoh sedang mengkritik PSSI yang dianggap semena-mena dalam menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung. Layaknya pocong atau orang yang sudah mati, PSSI dianggap tidak memiliki hati nurani atau keadilan.

Tidak hanya pocong, ada juga keranda jenazah yang digotong empat orang bobotoh yang ikut berdemo Bandung Melawan. Keranda itu juga sebagai simbol sindiran kepada PSSI. Dalam aksi itu, bobotoh dikomando untuk mengangkat tangan kanan lalu mengepalkan tangan.

"Kepalkan tangan menjadi simbol perlawanan mafia sepak bola di Indonesia," perintah bobotoh dari atas bus Persib. Kompak para bobotoh pun menuruti permintaan pentolan bobotoh. Aksi tersebut diawali dengan mengumandangkan yel-yel serta lagu-lagu lainnya. Aksi doa bersama juga dilakukan sebelum aksi dimulai. Ketua Viking, Heru Joko menuturkan, kalau aksi tersebut akan menyampaikan lima tuntutan bobotoh kepada PSSI.

Berikut ini lima tuntutan dari bobotoh kepada PSSI:

1. Mengutuk serta mengecam keras putusan Komdis PSSI terkait sanksi terhadap Persib dan suporternya yang terkesan tebang pilih dan tidak berdasar pada keadilan.

2. Mendesak PSSI untuk melakukan evaluasi total serta melakukan reformasi kepengurusan dengan membersihkan mafia-mafia di tubuh PSSI (mafia sepakbola) yang akan mengakibatkan kerusakan persepakbolaan Indonesia.

3. Mendesak PSSI untuk tidak mengambil keputusan-keputusan yang instan, sebaliknya lebih memprioritaskan keputusan yang dapat mendidik dengan melakukan pembinaan yang komprehensif terhadap pendukung.

4. Mengajak seluruh elemen pendukung Indonesia untuk bersatu melawan pihak-pihak yang mengakibatkan kerusakan persepakbolaan Indonesia.

5. Mengajak seluruh elemen bobotoh untuk bersatu dan tetap satu tujuan menyuarakan keadilan dan mengawal Persib untuk menjadi juara.

"Ini merupakan aksi Bandung melawan I, akan ada yang kedua, ketiga, keempat hingga tuntutan dipenuhi," kata Joko Heru , Sabtu (13/10). Sejumlah spanduk, bendera serta atribut lainnya digunakan oleh bobotoh dalam aksi tersebut. Seorang peserta aksi menuturkan, kalau keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sanksi untuk Persib Bandung

PSSI melalui Sekjen Ratu Tisha Destria memperbaharui putusan Komisi Disiplin (Komdis) soal vonis kepada Persib Bandung yang harus menggelar laga kandang di Kalimantan. Sanksi ini sebagai buntut dari insiden penganiayaan terhadap suporter Persija Jakarta Haringga Sirla oleh sejumlah bobotoh, sebelum laga Persib Bandung vs Persija Jakarta.

Dalam putusan Komdis PSSI yang diterbitkan Selasa (2/10/2018), Persib dihukum menjalani laga usiran di luar Pulau Jawa pada sisa laga kandang. Keputusan itu diambil sebagai imbas kematian anggota The Jak Mania, Haringga Sirila, yang tewas dikeroyok beramai-ramai oleh oknum suporter Persib, bobotoh. "Sanksi pertandingan home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019," begitu isi vonis hukuman Komdis PSSI untuk Persib.