JAKARTA - Polda Metro Jaya meringkus tiga anak muda berstatus mahasiswa yang melakukan peretasan atau membobol ratusan situs dan web. Ketiganya yakni KPS (21), AN (21), dan ATP (21). Satu nama lain yakni Snorlax masih satu grup chat dengan mereka.

"Tiga pelaku peretas website diamankan kepolisian berinisial NA, KPS dan ATP merupakan mahasiswa, ada yang semester lima juga enam," kata Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu kepada wartawan, Selasa (13/3/2018).

Satu tersangka dari pelaku merupakan pelaku pornografi anak di akun media sosial Facebook bernama Official Candy's Group yang juga dibongkar Polda Metro Jaya pada Maret 2017 lalu.

Tersangka Mochammad Bahrul Ulum (25) alias Wawan alis Snorlax ternyata juga tergabung dalam kelompok hacker Surabaya Black Hat (SBH). "WWN alias snorlax merupakan anggota SBH," ujar Roberto.

Roberto menjelaskan, mereka melakukan itu k arena motif ekonomi dan sebagai profesi. "Mereka telah melakukan aksi perentasan sejak 2017, pendapatan yang mereka hasilkan berkisar 50 juta sampai 200 juta," jelas Roberto.

Para tersangka dikenakan pasal 29 ayat (2) jo pasal 45B, pasal 30 jo pasal 46, pasal 32 jo pasal 48 6UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No.11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik).