JAKARTA - Tim unit III Subdit Resmob Polda Metro Jaya, menangkap dua pelaku spesialis pecah kaca mobil di RSU Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (11/8/2017). Dari pemeriksaan, ternyata tersangka MS (19) dan MRLH (30) baru keluar penjara dan sudah 57 kali mencuri barang dari mobil yang diparkir. 

Dari pengakuannya, kedua pelaku kebanyakan melakukan aksi kejahatannya di wilayah Jakarta Barat, Utara dan Tangerang. "Pelaku ini mengincar mobil-mobil mewah di tempat parkir seperti rumah sakit, mal, rest area dan kampus," kata Kasubdit Resmob AKBP Aris Supriono di Polda ‎Metro Jaya, saat rilis kepada wartawan, Rabu (16/8/2017).

Kepala Unit III Resmob Kompol Agung Wibowo, menerangkan, modus yang digunakan pelaku ini adalah berkeliling ke sejumlah tempat umum dengan menggunakan mobil. Jika siang hari, mereka ‎pakai cara pecah kaca, namun pada malam hari dengan congkel pintu menggunakan letter T.

"Mereka keliling naik mobil, melihat ada pengunjung datang dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Keduanya turun seraya melihat apakah ada benda mewah didalamnya. Jika ada, mereka akan mengambilnya," tutur Agung.

Salah satu tersangka residivis memperagakan aksinya.

Dari pengakuan kedua tersangka seperti dijelaskan Agung, sejumlah mal mewah yang disambangi antara lain Mall Pluit Village, ITC ‎Permata Hijau, Plaza Senayan. Sementara rest areanya berada di Tol Cikarang dan Serang.

"Barang-barang yang diambil biasanya handpone, laptop, pakaian, buku hingga alat musik," beber Agung. "Nah, dalam tempo Juli sampai Agustus ini mereka sudah 11 kali mencuri".

Untuk mengetahui berapa besar keuntungan yang mereka dapat, polisi masih mengejar dua buron lainnya, yakni ML dan UDN.  "Mereka ini yang berperan mengawasi situasi keadaan pada saat pelaku melakukan aksinya," tutur Agung.

Dari pengakuannya, M S yang juga warga Duri Kepa, Kebon Jeruk ini mengaku sudah dua tahun beraksi dengan memecahkan kaca mobil menggunakan potongan busi sebesar batu kerikil. "Padahal pelaku baru saja keluar dari penjara," tuturnya.

Caranya, busi berwarna putih yang biasa dipakai motor, dilemparkan ke kaca hingga retak. Setelah itu, kedua tangannya langsung mendorong kaca itu hingga jatuh. Modus ini merupakan cara lama yang digunakan pelaku. "Saya belajar sendiri," kata MS saat memperagakan aksinya memecah kaca mobil yang terparkir di depan kantor Resmob Polda Metro Jaya.

Melanjutkan keterangannya, Aris memberikan tips bagi pemilik kendaraan agar tak menjadi korban kejahatan pencurian pecah keca. Salah satunya dengan tak terlalu menutup kaca mobil dengan rapat.

"Berilah celah sedikit saja. Karena kalau sampai terlalu rapat, dia akan mengencangkan tekanan sehingga gampang pecah. Kendaraan pun juga harus diperketat dengan penambahanan alarm," tutur Aris. Kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan diatas tujuh tahun.