JAKARTA - Rencana uber untuk menciptakan taksi terbang semakin dekat. Perusahaan ini berencana memuka laboratorium untuk mengembangkan taksi di udara.

Seperti dilansir dari BBC, Kamis (24/5/2018), Uber akan menanamkan inventasi sebesar € 20m (sekitar Rp329,2 triliun) selama lima tahun untuk membuat algoritma AI dan sistem kontrol lalu lintas udara, serta teknologi pendukung lainnya.

Rencananya, Uber juga akan bekerjasama dengan sekolah teknik bergengsi Ecole Polytechnique. Pengumuman dari Uber ini kabar mengejutkan bagi Presiden Macron yang memang ingin menjadikan Perancis sebagai pusat teknologi global.

“Dengan insinyur kelas dunia dan pencetus utama dalam penerbangan global, Perancis adalah tempat yang tepat untuk memajukan program Uber Elevate kami dan inisiatif teknologi baru,” kata kepala eksekutif Uber, Dara Khosrowshahi dalam sebuah pernyataan.

“Kami senang dapat bermitra dengan Ecole Polytechnique untuk membangun masa depan mobilitas perkotaan, di darat dan di udara,” tambahnya.

Uber Elevate merupakan proyek ambisius. Perusahaan jasa transportasi ini berharap dapat meluncurkan taksi udara pada tahun 2023.

Perusahaan ini juga berkerjasama dengan NASA dan militer AS serta dua produsen pesawat Embraer dan Pipistrel Aircraft. Sebelumnya, Uber memiliki hubungan yang sedikit kurang baik dengan pihak berwenang Prancis. Pemerintah menutup salah satu layanannya, UberPop pada tahun 2015.

Perusahaan kemudian menutup sementara layanannya di Paris pada tahun 2016 sebagai protes terhadap peraturan baru yang keras tersebut. Presiden Macron bertemu dengan pihak Uber di Istana Elysee di Paris pekan ini, untuk membahas bagaimana mereka mengatasi masalah isu-isu seperti perlindungan data dan berita palsu.

Sebelum rencana pertemuan tersebut, sejumlah perusahaan teknologi berencana menanamkan inventasi di Perancis. Di antaranya, Facebook yang mendanai 48 beasiswa dalam program pengembangan AI di empat universitas di Prancis.

Selain itu, IBM juga menciptakan 1800 pekerjaan selama dua tahun ke depan di Prancis untuk bekerja pada pengembangan teknologi AI, blockchain dan internet.

Satu lagi perusahaan jasa layanan pengiriman makanan Deliveroo, juga akan menginvestasikan € 100 juta (sekitar Rp 1,6 triliun) di Prancis selama dua hingga tiga tahun ke depan.