BREAKINGNEWS.CO.ID--Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono meminta semua pihak untuk menghormati hasil Pemilu 2019. Menurutnya, integritas dan martabat terlihat dari rasa hormat terhadap hasil akhir perhitungan. Karenanya, ia mengajak semua elemen mengawasi prosesnya dan menghormati hasilnya.

"Pemilihan umum yang berjalan jujur dan adil akan menghasilkan pemerintahan yang kuat di mata rakyat," kata Panut Kamis (18/4/2019).

Tidak sekadar gempita menyambut pesta demokrasi, imbauan itu justru semakin penting setelah pelaksanaan pemungutan suara. Sebab, unsur kejujuran dan unsur keadilan mutlak dibutuhkan rakyat.

Bagi Panut, sikap jujur dan adil merupakan proses penting kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus diletakkan dalam konteks demokrasi. Hal ini bertujuan agar mampu mewujudkan masyarakat sejahtera, adil dan makmur. 

Untuk itu, terdapat etika dalam usaha-usaha mencapai kemenangan dan mewujudkan hak setiap orang dalam mendukung kandidat. Yaitu, tidak dengan cara-cara yang mengorbankan keutuhan bangsa dan negara.

"Berpolitik dan berdemokrasi secara bermartabat, menjaga proses pemilu agar berjalan secara jujur, adil dan damai," ujar Panut.

Ia menekankan, masyarakat dapat berperan dengan menolak politik uang dan membatasi peredaran berita bohong. Serta, memastikan semua pemilih bisa memberikan suara secara aman tanpa intimidasi.

Masyarakat didorong pula untuk aktif menggunakan hak pilih sebagai ekspresi kedaulatan rakyat. Lalu, mengawasi proses pemungutan suara dan menghormati hasil pemilu dengan jiwa besar.

Menurutnya, jika ada keberatan-keberatan, masyarakat ditekankan untuk menghormati peraturan bukan justru main hakim sendiri dengan people power. "Harus menggunakan cara-cara yang sepenuhnya konstitusional," kata Panut.