Baku – Pihak Red Bull dikabarkan melakukan pertemuan dengan Honda selaku pemasok tunggal unit mesin untuk tim Toro Rosso, untuk membahas kemungkinan kontrak mesin Formula 1 untuk musim 2019 mendatang di sela-sela perhelatan sesi GP Azerbaijan, Minggu (29/4/2018).

Pergantian pemasok mesin Toro Rosso dari Renault ke Honda menjadi kesempatan bagi Red Bull untuk memantau progres pabrikan mesin asal Jepang tersebut. Konsultan balap Red Bull, Helmut Marko, menemui bos motorsport Honda, Masashi Yamamoto. Pertemuan formal perdana antara Red Bull dan Honda itu dilakukan untuk membahas persyaratan-persyaratan apa saya yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak sebelum adanya kesepakatan.

Seperti yang dikabarkan Motorsport, FIA menetapkan tanggal 15 Mei sebagai batas waktu bagi para pabrikan mesin untuk mengonfirmasi tim-tim mana saja yang akan mereka pasok di musim 2019. Meski tenggat waktu tersebut bersifat fleksibel selama ada persetujuan dari FIA dan tim, Renault tidak mau menunggu lama dan tetap meminta Red Bull untuk memberi jawaban sebelum tanggal 15 Mei.

Renault diyakini tengah mempersiapkan paket upgrade untuk meningkatkan performa mesin di GP Kanada pada bulan Juni mendatang. Jika Red Bull belum mengambil keputusan pada saat itu, maka ini menjadi kesempatan ideal untuk membandingkan performa dari dua pabrikan mesin.

Kemitraan Red Bull-Renault menghasilkan empat gelar juara dunia dari tahun 2010 hingga 2013. Tapi hubungan keduanya terus menegang sejak era mesin V6 turbohibrida. Akibatnya Red Bull memutuskan melabel ulang mesin Renault mereka sebagai Tag Heuer.

Hasil tertinggi yang pernah diraih McLaren-Honda sepanjang tiga musim antara 2015-2017 adalah peringkat kelima. Tapi Honda hanya memerlukan dua balapan bersama Toro Rosso untuk meraih hasil yang lebih baik dengan raihan finis keempat di Bahrain. Sementara Red Bull sudah mengoleksi satu kemenangan di musim ini, yang diraih Daniel Ricciardo di GP Tiongkok. Tapi skuat minuman berenergi tersebut tampaknya tidak segan mengambil perjudian dan beralih ke Honda.