BREAKINGNEWS.CO.ID - Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, mengungkapkan sepak bola Indonesia perlu meniru teknologi yang diterapkan di Piala Dunia Rusia 2018 VAR (Video Assistant Referee). Menurutnya, teknologi VAR membuat semua proses seperti terjadinya gol, pelanggaran yang berbuah kartu akan dapat dilihat dengan lebih jelas.

"Jadi betul terlihat mana yang layak gol, kartu atau proses lainnya. Teknologi pun sekarang tidak bisa diabaikan, walau beberapa prinsip alami tetap harus dikedepankan," ungkapnya.

"Saat ini memang tidak cukup hanya tiga pengadil di lapangan, sekelas FIFA saja butuh dan memang hal ini lebih untuk mengedepankan sportifitas. Saya sangat mendukung dan semoga dapat direspon pihak yang terkait," ujarnya, menambahkan.

Awal Mula Piala Dunia Terapkan VAR

Pada dasarnya, VAR mendukung pekerjaan wasit dan asistennya di lapangan. Mereka dapat meninjau kejadian dalam hitungan detik, karena memiliki akses ke beberapa tayangan ulang dari sudut yang berbeda.

Pada 2012, mulai munculnya usulan untuk mengaktifkan teknologi Goalline, sebagai reaksi terhadap gol pemain tim nasioal Inggris Frank Lampard pada Piala Dunia 2010 untuk memberikan keputusan terbaik atas kesalahan di atas lapangan hijau. Namun, masih ada beberapa kesalahan saat digunakan pada Piala Dunia 2014.

Aturan dalam Asosiasi Sepak Bola terus berkembang perlahan, yang dikelola oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Pada 2016, IFAB memutuskan untuk mengizinkan melakukan eksperimen dengan VAR untuk mencari kesalahan saat pertandingan.

Namun, Kepala Wasit FIFA Massimo Busacca telah mengeluarkan peringatan bahwa teknologi VAR tidak sempurna. "Tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali. Kami ingin memiliki keseragaman dan konsistensi, tapi jangan berpikir bahwa teknologi dapat memecahkan 100 persen," ujar dia.

Penggunaan VAR pada Piala Dunia 2018 diinisiasi oleh perusahaan pemasok audio visual asal Inggris Crescent Comms dan sistem komputer yang digunakan dalam berbagai olahraga yang disebut Hawk-Eye. VAR memiliki akses ke 33 kamera, termasuk delapan kamera gerak super lambat dan empat kamera gerak ultra lambat, serta dua kamera offside tambahan.

Yang Diuntungkan dan Dirugikan

Tentinya teknologi VAR membantu bagi tim yang merasa wasit salah mengambil tindakan. Hal itu telah dirasakan Swedia di Piala Dunia 2018 ini. Itu terjadi pada laga perdananya melawan Korea Selatan. Saat itu, wasit menghadiahi sepak 12 pas menyusul pelanggaran yang terjadi di dalam kotak terlarang. Awalnya wasit Joel Aguilar tidak mengindahkan pelanggaran yang dilakukan Kim Min-woo terhadap Viktor Claesson, namun keputusannya berubah setelah mengamati tayangan ulang. Hadiah itu pun berbuah gol kemenangan bagi Swedia 2-1.