BREAKINGNEWS.CO.ID - Pasangan suami istri bernama Lyana alias LW dan George alias GRH diringkus aparat Subdit II Fismondev Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada awal Januari 2019. Keduanya kompak melakukan penipuan penukaran valas, dengan selisih yang menggiurkan terhadap puluhan korban.

Dari kejadian ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengatakan, keduanya sudah meraup keuntungan hingga miliar rupiah.

"Tempat kejadian perkara di Tangerang Selatan, Banten, Glodok Jakarta Barat, Bukit Barisan Kota Medan, Sumatera Utara dan Surabaya, Jawa Timur," kata Argo kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan, modusnya kedua tersangka dengan bermodalkan omongan manis menawarkan dan menjual valas mata uang asing kepada para korban. Korban pun tertarik karena iming imingan keuntungan yang besar.

"Tentunya dengan janji keuntungan yang sangat menggiurkan para korban tertipu," ucap dia.

Namun, sampai batas waktu yang dijanjikan, para korban pun tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari pasutri ini. Alhasil, Ara yang jadi salah satu korban membuat laporan ke Polda Metro Jaya untuk menangkap pelaku dan proses secara hukum.

"Dari puluhan dugaan korban kami baru menerima laporan dari empat korban. Kami yakin masih banyak korban lainnya," terang Argo.

Dari laporan keempat korban, pihaknya langsung menyelidiki kasus ini dan hasilnya pun terungkap kalau kasus valas mata uang asing ini tidak pernah dijalankan oleh pasutri tersebut.

Keduanya ditangkap di kawasan Jakarta dan satu laporan ada di Bareskrim Polri. "Akhirnya kami dapat mengungkap kasus ini serta meringkus kedua pelaku. Selain meringkus kedua pelaku kami juga amankan barang bukti berupa beberapa lembar aplikasi setoran dari bank, satu bundle print out percakapan melalui WhatsApp antara Tersangka LW dengan beberapa
korban dan enam lembar print out percakapan WhatsApp antara Money Changer dengan tersanga LW," tegas dia.

Pelaku nekat melakukan hal ini karena tidak memiliki pekerjaan. Akhirnya keduanya pun menjalankan bisnis penipuan bersama sama. "Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Faktor ekonomi," tukas dia.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 ancaman di atas Lima Tahun.