JAKARTA- Pengamat Politik, Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan bahwa sangat mungkin nama Cawapres Joko Widodo (Jokowi) mengerucut kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Mantan Ketua Mahmakah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Namun kata Ramses, Jokowi masih menunggu momen yang tepat untuk memilih salah satu nama tersebut tetapi tergantung peta politik dari pihak oposisi. 
 
"Bisa Pak Moeldoko dan bisa juga Pak Mahfud MD. Keduanya tokoh yang punya integritas. Namun tergantung peta politik oposisi," ujar Ramses kepadaBreakingNews.co.id, Rabu (13/6/2018).
Menurut Ramses, Jokowi akan memilih Moeldoko sebagai Cawapres yang berlatarbelakang militer jika peta politik oposisi mengusung Capres dari latarbelakang militer. Begitu juga dengan terpilihnya tokoh sipil seperti Mahfud MD. Semua keputusan tergantung peta politik oposisi. 
 
"Pak Jokowi mau pilih pak Moeldoko atau pak Mahfud MD tergantung model pengusungan pihak sebelah. Tetapi ini hanya analisa saya dan kita menunggu pengumuman resmi pasca Pilkada," jelasnya. 

Nasdem Bantah Cawapres

Sebelumnya diberitakan, Partai NasDem membantah calon Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019 mengerucut ke dua nama yakni Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Mantan Ketua Mahmakah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Jokowi, menurut Johnny Plate telah mengantongi satu nama dan akan diumumkan setelah koalisi oposisi calonkan Capres dan cawapresnya. 
 
"Cawapres Pak Jokowi itu bukan barang yang baru muncul di minggu-minggu terakhir ini atau bulan terakhir ini, sebagai incumbent (petahan) itu sudah lama. Nanti akan diumumkan oleh pak Jokowi pada waktu yang tepat," ujar Johnny Plate kepada BreakingNews.co.id, Rabu (13/6/2018). 
 
"Bukan seperti yang sebelah, koalisi belum jelas, capres belum jelas, cawapres belum jelas, program belum jelas, penuh kepanikan. Enggak perlu ngomong dua nama, itu spekulatif, cuma spekulasi dua nama, satu nama, tiga nama. Yang saya bilang sudah ada dan nanti namanya itu diumumkan pada waktu yang tepat. Enggak perlu spekulasi," tambahnya.