BREAKINGNEWS.CO.ID- Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe menilai hoax akan dan menjadi makanan empuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menjelang pemilu. Hal tersebut dilihat Ramses dari sejumlah cuitan informasi yang mereka sebarkan ke media sosial tanpa konfirmasi. 
 
"Hoaks bisa jadi santapan atau makanan empuk tim paslon dua dalam pilpres sebab kalau kita cermati berbagai pernyataan dan cuitan-cuitan mereka justru berujung pada ketidakbenaran suatu informasi," ujar Ramses kepada Breakingnews.co.id, Sabtu (5/1/2019). 
 
Padahal kata Ramses, suatu informasi yang belum jelas kebenarannya harus dilakukan pengecekatan terlebih dulu sebelum informasi tersebut disajikan ke media sosial. 
 
Menurut Ramses, media sosial merupakan ruang publik yang tidak memiliki struktur dan tidak terorganisir. Bila informasi tidak disaring maka informasi tersebut bisa menjadi bias ke mana-mana. Tentu saja kata Ramses menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
 
"Setiap informasi yang belum tahu kebenarannya sebaiknya tak langsung dipublis atau dipernyatakan ke medsos. Sebab tak semua pengguna medsos miliki kemampuan filter terhadap informasi tersebut," katanya. 
 
Selain itu Ramses menilai hoaks merupakan bagian dari penggiringan opini publik. Dalam teori Kredibilitas Komunikasi dijelaskan bahwa Jika Kredibilitas Komunikator Buruk maka segala omongan dari mulutnya tidak dapat dipercaya dan cenderung asal bicara. 
 
"Jangan pelihara hoax demi kekuasaan belaka. Sementara kesejahteraan bersama diabaikan. Mari berpolitik santun dan perjuangkan politik ramah terhadap sesama, bukan membawa perpecahan," tukasnya. 
 
Diketahui salah isu tanpa konfirmasi yang dihembuskan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto terkait selang alat cuci darah pernah digunakan untuk 40 orang, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun pernyataan itu langsung dibantah oleh pihak RSCM.