BREAKINGNEWS.CO.ID -  PB ISSI atau Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia akan menggelar pemilihan Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih calon ketua umum PB ISSI periode 2019-2024 yang berlangsung di Bandung, 26-28 Juli 2019. Raja Sapta Oktohari jadi kandidat tunggal di bursa pemilihan.

Ketua Tim Penjaringan Basruddin menjelaskan baru Okto yang mengambil dan menyerahkan formulir. Dengan syarat minimal enam dukungan. Kandidat lain bisa mendaftar karena Tim Penjaringan masih membuka pintu hingga Kamis (25/7) pukul 16.00 WIB.

Pria yang menjabat sebagai petahana ini mendapat dukungan mayoritas pengurus provinsi (pengprov). Okto, sapaan karib Raja Sapta, resmi mengembalikan formulir ke Tim Penjaringan PB ISSI, Rabu (24/07/2019). Dari 32 suara pengprov, berkas yang diserahkan dilampiri dengan 22 dukungan pengprov, di antaranya Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Yogyakarta, dan DKI Jakarta.

"Berkas yang diserahkan Okto dinyatakan lengkap. Untuk masalah calon tunggal nanti kami bicarakan di Munas bagaimana sistemnya. Sekarang kami mengecek berkas yang sudah diberikan memenuhi syarat atau tidak. Itu saja," jelas Basruddin

Okto berharap jika kembali dipercaya meneruskan mandat ketua umum PB ISSI, ia bertekad mempercepat program yang sudah dijalankan. Okto berkomitmen menyempurnakan program yang sudah ada.

"Saya ingin melanjutkan yang sudah dibangun agar tidak rusak dan mulai dari nol lagi. Apalagi kami ini sedang kejar target karena ada SEA Games 2019 Filipina dan Olimpiade 2020 Tokyo," kata Okto.

Di tangan Okto, balap sepeda menunjukkan peningkatan. Secara prestasi, Indonesia mampu mengirimkan pembalap ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, merebut medali emas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, serta menurunkan pembalap di Kejuaraan Dunia Trek UCI.

Secara turnamen, Okto juga mampu menggelar lagi Tour de Indonesia. Perlombaan jalan raya yang sempat mati suri.

Kendati sudah membawa perubahan positif, Okto mengaku belum puas. Ke depan ia ingin menambah program untuk atlet, komisioner (wasit), pelatih, memperbanyak turnamen, dan memaksimalkan venue-venue yang sudah dimiliki.

"Prestasi balap sepeda tidak bisa instan. Kami melihat kualitas dan kuantitas atlet. Saat ini kualitasnya sudah meningkat, tinggal mengejar kuantitas," tambah Okto. (*)