BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan yang mengurus sepak bola di Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan penghargaan kepada 20 pelatih yang lulus lisensi kepelatihan AFC Pro.

Sudah sejak tahun lalu, PSSI mengadakan program kepelatihan modul lisensi AFC Pro yang merupakan lisensi tertinggi. Puncaknya, 20 pelatih Indonesia telah diberangkatkan ke Spanyol untuk menyelesaikan modul kelima kursus lisensi AFC Pro selama beberapa bulan. Program tersebut menjadi prioritas PSSI mengingat persyaratan AFC untuk tahun 2020, yaitu pelatih di kompetisi profesional level teratas harus memiliki Lisensi AFC Pro.

Dalam acara pemberian penghargaan tersebut yang dilakukan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Jumat (6/9/2019) dihadiri oleh Plt Ketum PSSI, Gusti Randa, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, Head of Coach Education and Senior Technical Advisor PSSI, Bader Ahmad bersama 20 pelatih. Ke 20 pelatih tersebut di antaranya Nilmaizar, Aji Santoso, Rahmad Darmawan, Indra Sjafri, Yeyen Tumena, Djadjang Nurdjaman, Widodo C Putro, Mundari Karya, Lestiadi, Rudy Eka, Seto Nurdiantoro, dan beberapa pelatih lainnya. Masing-masing pelatih secara simbolis diberikan piagam.

Tisha mengaku bangga dengan lisensi AFC Pro yang didapatkan oleh ke-20 pelatih tersebut. Dia berharap para pelatih bisa mengimplementasikan ilmunya untuk persepakbolaan Tanah Air. "PSSI dengan bangga mempersembahkan 20 lulusan pertama AFC Pro diploma Indonesia, ini merupakan kali pertamanya akhirnya AFC bersedia mengakui untuk bisa menyelenggarakan pro diploma lisensi Indonesia untuk pertama kalinya dan ini merupakan satu terobosan," ujar Tisha, usai memberikan penghargaan.

"Ini merupakan satu terobosan besar karena banyak negara yang menantikan hal ini. Seperti yang saya sampaikan ada tiga hal yang dilihat dalam sepakbola. Pertama pelatih, kedua wasit, ketiga pemain. Berapa banyak pelatih kita yang bisa bersaing di level tertinggi? Berapa banyak wasit kami yang bisa bersaing di level tertinggi? Berapa banyak pemain kami yang bisa bersaing di sana," sambungnya.

"Tapi kami lupa saat kami membicarakan pemain teorinya itu 'ya best coach ya best player'. Tanpa ada pelatih terbaik kami tidak bisa mendapatkan pemain terbaik pula. Jadi PSSI sangat berterimakasih atas partisipasi para pelatih yang ikut di lisensi pro ini di PSSI. Semoga ilmunya dapat berguna, dan implementasikan kepada diri sendiri dan Indonesia," katanya.

Sementara itu, Indra Sjafri yang mengantongi lisensi AFC Pro mengaku semakin termotivasi. Lebih dari sekadar stempel, pelatih Timnas U-23 itu ingin memberikan ilmunya untuk membawa Indonesia berprestasi. "Kami berharap SDM yang ada ini benar-benar diberikan kesempatan untuk bisa mengembangkan karier masing-masing, terutama para pelatih-pelatih diberikan kesempatan untuk bisa melatih di liga Indonesia," kata Indra.

"Tapi jauh lebih dari itu adalah pengalaman. Pengalaman itu tidak dapat dari lisensi tapi dari kami diberikan kesempatan, dari kami bekerja, dari kami mengimplementasikan apa ilmu yang sudah kami dapat dan kami implementasikan di dalam klub masing-masing," ujar dia.

Sebagai penutup, Indra menyampaikan semoga program ini tidak berhenti di gelombang pertama saya, kita masih butuh pelatih yang berlisensi AFC. "Program ini jangan berhenti di gelombang pertama saja, karena kita juga butuh pelatih-pelatih yang berlisensi A, B, C dan D, guna memajukan persepakbolaan di Indonesia."