BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Kementerian Dalam Negeri  (Kemendagri) melalui Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera memberikan vaksin anti rabies kepada warga di daerah yang terserang rabies secara gratis. 
 
Hal tersebut diutarakan Bambang menyikapi pernyataan Kemenkes yang menyebutkan bahwa meningkatnya korban Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Dompu, NTB, sebanyak 6 warga meninggal dunia bertambah dari pekan lalu yang berjumlah 5 orang.
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kementerian Pertanian melalui Direktur Kesehatan Hewan bersama Kemendagri melalui Pemda memberikan imbauan kepada warga yang memiliki hewan peliharaan untuk wajib melakukan vaksinasi rabies.
 
"Seperti anjing, kucing, dan monyet, serta membatasi pergerakan hewan peliharaannya untuk mengurangi risiko penularan," ujar Bambang di Jakarta seperti dikutip, Kamis (14/2/2019). 
 
Diberitakan, jumlah korban meninggal dunia akibat gigitan anjing di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bertambah. Hingga Senin (11/2/2019), total warga yang meninggal berjumlah 6 orang. Adapun 619 orang lainnya digigit. 

"Korban gigitan hingga kini sudah 619 orang, angka kematian jadi 6 orang, 5 orang di Kecamatan Kempo dan 1 orang Banggo Menggelewa. Korban itu semuanya kasus gigitan lama," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu Zaenal Arifin, Selasa (11/2).
 
Kasus gigitan sudah merebak hingga wilayah perkotaan, seperti di Matua, seorang kusir benhur diserang anjing. Sementara di dua desa lainnya, kejadiannya bersamaan dengan 5 orang sekaligus. 
 
"Upaya untuk memutus rantai ini langkah jangka pendeknya satu-satunya kita eliminasi. Untuk jangka panjangnya tetap kita lakukan vaksinasi," ujarnya.

Atas hal itu, pemda dan warga mengambil langkah serius, yaitu membunuh ribuan anjing liar, baik dengan ditembak maupun diberi racun.

"Sampai saat ini jumlah anjing yang telah dieliminasi sebanyak 1.078 ekor yang tak bertuan yang kita duga mengandung rabies. Itu jumlah yang dicampur oleh laporan mandiri dari masyarakat. Jadi masyarakat juga mengeliminasi anjing liar," ujarnya