BREAKINGNEWS.CO.ID - Djarot Saiful Hidayat kembali menemui kegagalan dalam langkah politiknya. Setelah mengalami kekalahan di Pilgub DKI 2017 lalu, Djarot pun kembali harus gigit jari di Pilgub Sumut 2018 ini. Djarot mengawali karier di bidang eksekutif sebagai Wali Kota Blitar, Jawa Timur. Dirinya juga sempat memimpin 'kota proklamator' tersebut selama dua periode (2000-2005 dan 2005-2010).

Selang empat tahun selanjutnya, Djarot, yang baru saja menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP pada Pemilu 2014, seketika 'dipinang' Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Wagub DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan Ahok menjabat gubernur menggantikan Joko Widodo, yang dilantik menjadi presiden.

Duet Ahok-Djarot pun berlanjut sampai Pilgub DKI Jakarta 2017. Akan tetapi pasangan ini kalah di putaran kedua dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Kalah di Pilgub DKI, Djarot sempat dispekulasikan bakal diusung PDIP di Pilgub Jatim. Namun ternyata dia berlabuh ke sisi barat Indonesia, yaitu di Pilgub Sumut 2018 hingga pada akhirnya berpasangan dengan Sihar Sitorus.

Di Pilgub Sumut, Djarot-Sihar menjadi lawan bagi pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck). Dalam perjalanannya tersebut, elektabilitas Djarot serta Edy bersaing sangat ketat. Salah satunya di survei Indo Barometer yang dilakukan pada 4-10 Februari 2018.

Hasilnya pun pasangan Djarot-Sihar mendapatkan dukungan sebesar 26 persen. Mereka bersaing ketat dengan pasangan Edy-Musa dengan dukungan 25,8 persen.

Hari pemilihan pun tiba. Quick count dari sejumlah lembaga survei mengunggulkan pasangan Edy-Ijeck di Pilgub Sumut. Adapun hasilnya sebagai berikut:

LSI
(Data terkumpul 99,71% per pukul 19.04 WIB)

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah 57,16%
Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus 42,84%

SMRC
(Data terkumpul 99,33% per pukul 19.04 WIB)

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah 58,88%
Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus 41,12%

Charta Politika
(Data terkumpul 99,25% per pukul 19.04 WIB)

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah 60,21%
Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus 39,79%