Jakarta - Qualcomm merencanakan masuk ke pasar laptop yang sampai kini dikuasai oleh Intel. Produsen ini bakal bekerja bersama dengan Asus, HP, serta Lenovo untuk meluncurkan piranti Windows 10 berbasiskan arsitektur ARM.

Awal tahun ini, Microsoft menginformasikan kalau semuanya aplikasi desktop Windows 10 saat ini dapat dijalakan di 16 juta piranti berbasiskan ARM. Processor Qualcomm pertama yang dapat menggerakkan Windows 10 yaitu Snapdragon 835.

Piranti berbasiskan Windows 10 berbasiskan ARM ini dijanjikan bakal tawarkan piranti yang begitu tidak tebal, enteng, serta tanpa ada kipas. Walau sekian, ia dapat menggerakkan versus penuh beragam aplikasi desktop Windows. Namun, ia tetaplah irit daya, hingga batrainya dapat bertahan lebih lama.

Qualcomm menjanjikan baterai pirantinya dapat bertahan 50 % lebih lama dari processor berbasiskan Intel. Rata-rata dapat bertahan sampai 20 jam. Diluar itu, piranti berbasiskan ARM ini dapat tawarkan pengalaman Connected Standby yang lebih komplit.

Ini bermakna piranti dapat segera menyala (instant-on), sinkronisasi data yang senantiasa tersambungsi, serta dapat dipakai untuk aktifkan feature Cortana active listening sepanjang piranti menyala.

Windows 10 berbasiskan ARM ini dapat diuntungkan karenanya ada modem LTE gigabit Snapdragon X16 yang telah terintegrasi. Hingga, pemakai juga tidak butuh direpotkan saat memerlukan koneksi internet.

Hal semacam ini mungkin saja dapat jadi satu diantara kelebihan piranti Windows 10 ARM. Sebab, PC yang mempunyai koneksi 4G tidaklah umum. Diluar itu, memberikan komponen modem ini pada piranti bermakna menaikkan US$50 sampai US$100 (sekitaran Rp650 ribu-Rp1, 3 juta) pada harga piranti.

" Saat Anda meletakkan ini semuanya, Anda memperoleh PC generasi setelah itu, " terang Don McGuire, Vice President of Global Product Marketing Qualcomm, seperti diambil Digital Trends.

Lewat pernyataan ini, Qualcomm memanglah tengah menantang seniornya, Intel. Qualcomm memikirkan perusahaannya dapat sediakan system yang tambah baik, portabel, serta lebih terjangkau yang bakal menandingi processor mahal dari Intel. Tetapi, butuh diingat kalau umumnya processor berbasiskan ARM miliki performa yang tidak tambah baik.

Walau sekian, Qualcomm serta Microsoft masih tetap belum membuka kapan piranti Windows 10 ARM itu bakal ada di pasar. CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf mengatakan kalau piranti ini tidak bakal meluncur sampai kuartal empat tahun ini, sekian ditulis The Verge.