BREAKINGNEWS.CO.ID- Jaringan Peduli Migran, Perlindungan Perempuan dan Anak (Safe Migran) Kota Batam menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Batam pada Senin (11/2/2019). 
 
Koordinator Safe Migran, Sudirman Latief mengatakan, pihaknya yang terdiri dari delapan lembaga mendukung Pengadilan Negeri kota Batam sebagai lembaga yang memeriksa dan memutuskan kasus pengadilan, dalam hal ini kasus Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan terdakwa J. Rusna. 
 
Lanjut Sudirman, pihaknya mendesak pengadilan untuk mengedepankan integritas yang  jujur, adil, profesional, dan menggunakan hati nurani berdasarkan Ke-Tuhan-an yang Maha Esa dalam menegakkan hukum dan memutuskan perkara perdagangan orang.  
 
"Mengutuk semua praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan peradilan manapun terutama terhadap oknum yang merusak citra pengadilan dalam memutuskan perkara dengan “bermain mata” pada para pelaku tindak pidana perdagangan orang," teriak Sudirman di Pengadilan Negeri Batam. 
 
Sudirman menegaskan, pihaknya merasa sangat miris dan prihatin dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada terdakwa pelaku utama TPPO, J. Rusna yang hanya dituntut 1 tahun dan 6 bulan penjara. Pasalnya, berbeda sangat jauh dengan pelaku lapangan Paulus Baun dengan yang sudah diputuskan 4 tahun sebagai terpidana kasus perdagangan orang. 
 
"Sangat prihatin atas jalanya sidang oleh hakim yang dirasa tidak adil dan berat sebelah dengan memihak kepada terdakwa," tegasnya. 
 
Untuk itu Sudirman mengajak  kepada seluruh masyarakat Indonesia dan Batam khususnya untuk bekerja sama memberantas tindak pidana perdagangan orang yang adalah kejahatan luar biasa dan kejahatan kemanusiaan. 
 
Sudirman menambahkan, pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat di Kota Batam ini untuk menjadikan kota ini sebagai kota yang bermartabat dengan pengadilan yang bersih serta berani menegakkan hukum dan memberantas mafia  perdagangan orang.
 
Berikut delapan (8) Jaringan Peduli migran, Perlindungan Perempuan dan Anak (SAFE MIGRANT) Kota Batam.
 
1. Rumah Faye
2. Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP)
3. Yayasan Embun Pelangi (YEP) 
4. Lintas Nusa (LINUS)
5. Dunia Viva Wanita
6. Gerakan Hati Nurani Anak (GERHANA)
7. Layanan  Informasi Bantuan Advokasi Kemanusiaan (LIBAK)
8. P2TP2A Kota Batam