BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengklaim kalau Kremlin telah berhasil mengidentifikasi dua tersangka dalam kasus peracunan mantan agen Rusia, Sergei Skripal, di Salisbury, Inggris pada awal Maret 2018 lalu.

Putin menyebutkan dua tersangka itu merupakan warga sipil, bukan agen mata-mata seperti yang selama ini dituduhkan London. "Kami tahu siapa mereka, kami sudah menemukan mereka. Mereka (tersangka) merupakan warga sipil tentunya," ucap Putin dalam pidatonya di forum ekonomi internasional di Vladivostok, Rabu (12/9/2018).

Dikutip AFP, pernyataan itu tampaknya diutarakan Putin sebagai tanggapan terhadap tuduhan Inggris kalau dua tersangka bernama Alexander Petrov serta Ruslam Boshirov merupakan anggota badan intelijen Rusia GRU. London juga sudah merilis foto kedua pria itu. Kedua pria berusia sekitar 40 tahun itu disebut masuk ke Inggris melalui Bandara Gatwick pada 2 Maret lalu dan keluar dua hari kemudian.

Kedua warga Rusia tersebut didakwa melakukan percobaan pembunuhan serta mempergunakan dan memiliki racun Novichok, zat yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal buatan Uni Soviet. Skripal, mantan agen Rusia yang berkhianat kepada negaranya, ditemukan tidak sadarkan diri bersama dengan putrinya, Yulia, di sebuah bangku di pusat perbelanjaan di Salisbury pada 4 Maret lalu.

Polisi Inggris menyimpulkan keduanya terpapar racun saraf Novichock, racun yang dikembangkan oleh Uni Soviet di era 1970. Inggris selama ini menuding Rusia berada di balik serangan tersebut. Akan tetapi, Kremlin berkeras membantah seluruh tuduhan itu. Rusia bahkan juga mengklaim tidak mengenal kedua tersangka itu.

Kasus peracunan Skripal berbuntut cekcok diplomatik antara Moskow serta London hingga saling usir diplomat. Tidak hanya London, akibat kasus Skripal, sejumlah negara Barat, seperti Amerika Serikat serta anggota Uni Eropa, turut mengusir diplomat Rusia dari negaranya. Kasus Skripal pun dinilai alasan relasi antara Rusia serta negara Barat berada dalam titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya juga diberitakan, kepolisian Inggris terus menyelidiki kasus mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal yang kini berada dalam kondisi kritis karena terpapar racun saraf. Ada dua orang lainnya yang juga menjalani perawatan intensif, yakni putri Skripal bernama Yulia dan seorang petugas kepolisian yang menolong keduanya. Associated Press, Kamis (8/3) lalu melaporkan, secara total, 21 orang termasuk Skripal, kini berada dalam perawatan medis. Kepala kepolisian wilayah Wlitshire Kier Pritchard mengatakan, beberapa dari 21 orang telah melewati tes darah dan harus mendapatkan dukungan.