BREAKINGNEWS.CO.ID - Penyanyi religi Opick dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Pemilik nama Aunur Rofiq Lil Firdaus sempat mengajak putrinya, Ghaniya D'Salma Firdaus untuk berkunjung ke tempat pengungsian Palestina pada Desember 2017. Selain itu, Opick bersama sahabatnya musisi Melly Goeslaw dan tim relawan Duta Kemanusiaan Indonesia mengunjungi pengungsian warga Palestina di Turki, Suriah, dan Lebanon.

Atas dedikasi memiliki jiwa sosial, Opick kembali dipercaya untuk menjadi bagian dari penggalangan dana yang dilakukan lembaga sosial Dompet Dhuafa untuk pondok pesantren Tebuireng.  Sebagai musisi, Opick ingin terlibat membantu dalam konser dan mengajak donator menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan rumah sakit Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur. Meskipun tampil bersama Rossa, ia menjelaskan bahwa dalam konser amal itu, yang terpenting adalah 'seberapa peduli masyarakat dalam membangun rumah sakit yang direncanakan akan digratiskan bagi para kaum dhuafa itu.

"Saya tahu betapa susahnya saudara kita kaum dhuafa yang seandainya dirawat di rumah sakit, makanya saya mau terlibat," kata Opick ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).  Selain bisa membantu penggalangan dana, Opick juga berkesempatan tampil sepanggung dengan Rossa. Opick mengakui bahwa dirinya sudah lama mengagumi suara Rossa. Menurutnya, karakter suara Rossa sangat enak didengar.

Event spesial banget, karena saya ngefans sama Rossa. Jadi kesempatan sepanggung ini istimewa, apalagi Rossa bawa bandnya juga, saya juga bawa band sendiri,” kata Opick saat jumpa pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018). "Poinnya bukan soal Opick dan Rossa, tapi poinnya kita sama-sama membangun rumah sakit ini," tambah Opick.

Dalam kesempatan yang sama, Opick membeberkan alasan terlibat dalam konser penggalangan dana untuk pembangunan rumah sakit gratis duafa di Jombang, Jawa Timur.  “Alhamdulillah dibangun sesuatu yang memudahkan masyarakat. Makanya saya mau ikut mewujudkan dan ikut bantu,” tutupnya

RS Hasyim Asyari akan menjadi rumah sakit pertama yang dibangun dari dana masyarakat secara kolektif. Rumah Sakit ini akan dibangun di atas tanah wakaf seluas 1 hektar di sekutar pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.