JAKARTA - Untuk yang lahir dan tumbuh di era 90-an, tentu tak asing lagi dengan satu tumbuhan liar dengan buah berwarna kekuningan. Tak sulit mendapatkannya, karena buah ini tumbuh di berbagai tempat. Namun jika ingin menikmatinya sekarang, Anda harus mengeluarkan uang cukup banyak.

Sekarang, selain tidak mudah menemukannya, ciplukan di Brunei bisa dihargai Rp 10 ribu untuk satu bijinya. Sementara di Jakarta, Anda harus membayar Rp 500 ribu untuk setiap kilo ciplukan.

Rasa buah yang termasuk ke dalam golongan berry ini pada awalnya cukup getir. Namun jika sudah cukup matang, akan terasa manis sedikit keasaman. Meskipun nikmat, namun dilarang mengonsumsinya terlalu banyak atau bisa menyebabkan mabuk.

Memiliki banyak nama sesuai daerahnya, ternyata ciplukan bukan buah khas Indonesia. Tanaman yang bisa tumbuh hingga 10-80 cm ini merupakan tanaman asli Amerika Serikat, yang dibawa oleh orang Spanyol pada masa penjajahan di abad ke-17.

Di Bali diketahui dengan ciciplukan, selain itu di Madura diketahui dengan nyor-nyoran. Lain lagi di Jawa Barat (cecenetan), di Jawa Tengah (ceplukan), dan masih banyak lagi nama daerah semisalnya.

Tanaman buah ciplukan.

Tahu tidak, jika buah ini merupakan obat herbal yang sangat membantu para prajurit Romawi dalam pertempuran di Iran Selatan? Tanaman ciplukan digunakan untuk mengobati luka, mulai dari daunnya yang dilumatkan, sementara buahnya dikonsumsi untuk mempercepat masa penyembuhan.

Begitu banyak kandungan yang tersembunyi di dalam buah dan bagian lain dari tanaman musiman yang satu ini, tak heran ciplukan sering dijadikan sebagai obat berbagai penyakit. Berikut ini beberapa khasiat yang ditawarkan tanaman bernama latin Physalis.

Untuk mengobati penyakit jantung dan stroke dengan cara, hancurkan sekitar 40 lembar daun ciplukan dengan blender. Kemudian minum jus tanpa dicampur apapun. Selain dibuat jus, daun ciplukan juga dapat dikonsumsi langsung setelah dicuci hingga benar-benar bersih.

Ciplukan juga dapat digunakan sebagai obat asma. Caranya adalah dengan menggunakan daun dan batang ciplukan. Setelah itu rebus dan minum air rebusan tersebut. Atau campur daun ciplukan dan kapur sirih, lalu hancurkan dengan tangan. Basahi dan tempel pada dada, perut dan punggung.

Tak jauh berbeda dengan cara mengobati penyakit kurap yang sangat mengganggu penampilan. Anda hanya perlu menghaluskan daun ciplukan. Kemudian oleskan pada bagian kulit yang terkena kurap. Lakukan secara rutin hingga kurap sembuh.

Jika mengonsumsi buah ciplukan, dapat membantu menurunkan demam, terutama pada anak, menurunkan tekanan darah tinggi, mengobati kencing manis hingga membersihkan kencing kotor. Anda bisa melahap buah ciplukan langsung atau merebusnya dengan dicampur akar, batang dan daun.