BREAKINGNEWS.CO.ID - Sedikitnya ada sekitar 24 warga negara Indonesia (WNI) menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang diselenggarakan di Korea Utara (Korut) pada Minggu (14/4/2019).

Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Pyongyang, Cecep Junaria, menjabarkan bahwa 24 orang itu terdiri dari 16 WNI pemilih tetap, enam pemilih tambahan, dan dua WNI pemilih khusus, termasuk satu orang turis yang tengah berkunjung ke negara tersebut. "Dengan jumlah tersebut, tingkat partisipasi WNI di Korea Utara pada Pemilu 2019 mencapai
100 persen, bahkan lebih karena ada satu orang tambahan," kata Cecep melalui pernyataan pada Senin (15/4).

Cecep mengatakan proses pemungutan suara berlangsung aman, tertib dan lancar. Meskipun pemungutan suara telah rampung, penghitungan suara di Pyongyang baru akan dilaksanakan bersamaan dengan di Indonesia, yakni pada Rabu (17/4) mendatang. Duta Besar RI di Pyongyang, Berlian Napitupulu, mengaku senang karena seluruh WNI di Korut bisa ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Sebelum pencoblosan berlangsung, Berlian berulang kali mengimbau WNI di sana untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu kali ini. "Ibaratnya sebuah pesawat, maka pesawat Republik Indonesia saat ini sedang lepas landas. Semua warga negara harus ikut di dalam pesawat. Semua WNI yang berhak harus berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai golput," kata Berlian.

Berlian mengatakan pemilu merupakan kesempatan langka dan sangat penting untuk menentukan masa depan negara dalam lima tahun ke depan. "Makanya jangan sampai tidak menggunakan haknya alias golput, dan tolong agar semua pihak melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik dan secara bertanggung jawab," ucapnya.