BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan pengiriman 50 kilogram sabu dan puluhan ribu butir pil ekstasi dari Sindikat Malaysia yang akan dipasarkan di malam pergantian tahun baru 2019 di Jabodetabek. Barang haram tersebut dikendalikan seorang narapidana yang saat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang. 

Dari pengungkapan ini petugas menangkal empat tersangka yaitu  WS (42), MS (34),  F (39) dan V (38) dan satu lagi TS masih buron WN Malaysia. "Sindikat ini dikendalikan dari LP Cipinang, inisial V. Dan tim kita dibantu teman-teman dari lapas akhirnya bisa membongkar kelompoknya," kata Diresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo Nainggolan di Polda, Rabu (28/11/2018).

Suwondo didampingi Kabid Humas Kombes Argo Yuwono, Kasubdit II AKBP Dony dan KA LP Cipinang Andika menjelaskan kronologis penangkapan tersebut berawal dari ditangkapnya AS, dengan barang bukti 2,7 kg sabu dan ekstasi 10 ribu butir 3 September 2018 di Jl. Citarum depan masjid AL AMANAH RT. 017 RW 01, Cideng Barat, Gambir, Jakarta Pusat. 

Pengembangan penyidikan terhadap AS diketahui bahwa tersangka pernah  mengambil narkotika jenis sabu dari pekanbaru Riau, dibawa ke Jakarta bersama dengan WS sebanyak 3 kali atas perintah VR.

Berdasarkan informasi penyidikan, dilakukan pengembangan kasus dengan melakukan penyelidikan yang mendalam, dipimpin oleh AKBP Dony Alexander. 

Setelah beberapa minggu tim melakukan penyelidikan, pada21 Nopember 2018 pukul 
08.20 WIB tim berhasil menangkap 2 orang tersangka bernama MS dan WS di depan ruko Hr. Soebrantas, Jl. Soebrantas Panam No. 8a, Panam Pekanbaru Riau. 

Dari tangan kedua tersangka di sita barang bukti methapetamin (sabu) sebanyak 50 kg dan 9 box plastik berisi total 43.000 butir MDMA/ekstasi yang disimpan 
di dalam lantai mobil Daihatsu Luxio yang sudah dimodifikasi.

Dari hasil Interogasi, kedua tersangka mengaku barang bukti sabu dan ekstasi tersebut di dapat dari seseorang atas perintah Sdr. VR (Napi di LP) dan TSK menerima narkotika tersebut di TKP dari seseorang yang kemudian diketahui bernama F dengan menggunakan motor Yamaha Jupiter Z BM 6587 NM.

Berdasarkan informasi tersebut kemudian dapat ditangkap TSK F. Dari hasil interogasi TSK F menerima narkotika tersebut dari rekannya yg bernama AAK dengan domisili di pelabuhan biton provinsi Riau atas TS (buron Malaysia).