BREAKINGNEWS.CO.ID - Maluku Utara merupakan surga tropis di Indonesia yang menyimpan banyak keindahan tersembunyi mulai dari alam hingga budaya yang tak tertandingi. Salah satunya Pulau Morotai. Nuansa keindahan pulau dan keramahan penghuninya membuat Morotai tak mudah dilupakan.

Pulau yang terletak di Utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara ini memiliki keindahan wisata ini tidak diragukan lagi. Pulau ini merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara. Luasnya hanya 1.800 kilometer persegi.

Bagi yang gemar menyelam, pulau ini menyediakan 28 titik selam yang berpemandangan indah. Sedangkan bagi yang ingin berselancar, Tanjung Sopi merupakan tempat yang paling pas.

Akses perjalanan darat dari Daruba, Ibukota Kabupaten Pulau Morotai, pemandangan pantai berpasir putih dapat dengan mudah ditemui. Apalagi posisi jalannya yang berada di atas dapat memandangi keindahan lautannya. Pantai biru, pasir putih, lengkap dengan pohon kelapa, menjadi salah satu keunggulan wisata Morotai.

Banyak pantai dan pulau indah yang layak didatangi. Sebagian untuk spot diving, snorkeling, dan sebagian lagi untuk berselancar. Jika ingin ke Daruba, sudah tersedia pesawat reguler (transit di Ternate) dengan harga tiket PP sekitar Rp3,5 juta.

Beberapa objek wisata bisa ditempuh jalan darat dari Daruba. Sebagian lagi harus lewat jalur laut. Namun disinilah surganya pecinta laut, diving, selancar, dan petualangan, Morotai salah satu surga di Indonesia.

Berikut beberapa objek wisata di Kabupaten Pulau Morotai yang dilansir dari laman Arah Destinasi.

Pulau Dodola

Pulau Dodola.

Ini salah satu pulau yang diincar wisatawan. Keindahan laut dan pantainya membuat wisatawan rela menunggu surutnya air laut. Pulau Dodola terdiri dari Dodola Besar dan Dodola Kecil. Dua pulau itu letaknya berdekatan, dan ketika air laut surut, terhubung gundukan pasir. Pemandangan itu tentu mempesona.

Pulau Dodola juga punya keindahan bawah laut. Banyak spot diving dan snorkeling di sekitar pulau tersebut, di antaranya bangkai pesawat tempur Bristol Beuford buatan Australia yang tenggelam pada Perang Dunia ke-II. Tak jauh dari Dodola ada spot diving Wawama yang juga memiliki pesawat dan jip dari Perang Dunia ke II di dasar laut.

Untuk mendatangi pulau Dodola ini kamu bisa berangkat dari Pelabuhan Daruba dilanjutkan dengan speedboat sekitar 20 sampai 30 menit. Harga sewa speedboat satu hari menuju Pulau Dodola antara Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta, tergantung kepandaian menawar. Dalam proses nego, jangan lupa minta mampir ke beberapa pulau di sekitar Dodola, seperti Pulau Kokoya dan Pulau Zum Zum.

Pulau Zum Zum

Pulau Zum-Zum.

Pulau Zum Zum lokasinya sekitar 15 menit dari Pulau Dodola atau 20 menit dari Daruba. Jika menyewa speedboat hanya ke Pulau Zum Zum, biasanya dikenai biaya antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu, tergantung kepandaian negosiasi.

Apa sih yang menarik di pulau ini? Pulau Zum Zum merupakan salah satu tempat peristirahatan Jendral Douglas McArthur ketika terjadi Perang Dunia ke II. Pantainya indah, dan pengunjung masih bisa menemui reruntuhan rumah bekas peristirahatan sang jenderal. Ada juga bekas helipad, tempat pendaratan tank amfibi, dan monumen McArthur.

Monumen Trikora

Monumen Trikora.

Monumen ini terletak di Komplek Museum Trikora, diresmikan pada 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sayang museumnya agak tidak terurus. Namun, lokasi berdirinya Monumen Trikora cukup indah. Saat hari cerah, monumen tersebut berdiri megah dengan latar lautan dan langit biru. Lokasi Monumen Trikora tidak jauh dari Daruba, sekitar 6 km atau sekitar 10 menit berkendara.

Monumen Teuro Nakamura

Monumen Terios Nakamura.

Monumen ini didirikan untuk mengenang keteguhan Nakamura. Pada 1944, Jepang yang menguasai Morotai menyerah pada sekutu. Sebagian pasukan Jepang melarikan diri ke hutan. Nakamura salah satunya. Bedanya, Nakamura sangat berhati-hati bersembunyi dan masih berpikiran bahwa tanah itu dikuasai oleh sekutu.

Pada 1974 Nakamura dijemput oleh TNI AU. Dia terlihat bingung ketika menyaksikan zaman sudah berubah. Dari situ dia juga baru tahu jika pasukan sekutu sudah tidak ada. Nakamura akhirnya dikembalikan ke Taiwan. Untuk mengenang kisah Nakamura, kemudian didirikan Monumen Teuro Nakamura.